ABSTRACTSocial media has become a habit for people, especially teenagers. Among them are useful as entertainment tools and also function as diggers and convey information, but not a few also encounter an act of attack in the form of writing or posting on social media which is often referred to as cyberbullying. This can have an impact on a person's psychology, especially teenagers aged 12-17 who spend almost half of their time staring at and playing social media. Therefore it is necessary to hold an community service activity to increase understanding regarding the meaning of social media, the advantages of social media, the disadvantages of social media, the meaning, types, impacts and ways to deal with cyberbullying which are carried out at SMP PGRI 16 Sidoarjo. The results obtained from this community service activity were an increase in understanding and also a change in attitude of 50% which resulted after giving the material and also filling out a questionnaire in the form of a psychological test which contains questions related to actions that trigger cyberbullying. ABSTRAK Media sosial sudah menjadi suatu kebiasaan orang-orang terutama remaja. Diantaranya berguna sebagai alat hiburan dan juga berfungsi sebgai penggali dan penyampai informasi, namun tidak sedikit pula yang menjumpai suatu tindak penyerangan berupa tulisan maupun postingan pada media sosial yang sering disebut dengan cyberbullying. Hal ini dapat berdampak pada psikis seseorang, terutama remaja usia 12-17 yang hampir separuh waktunya dihabiskan untuk menatap dan bermain media sosial. Maka dari itu perlu diadakannya suatu kegiatan abdimas ini guna meningkatkan pemahaman terkait pengertian media sosial, kelebihan media sosial, kekurangan media sosial, pengertian, macam-macam, dampak dan cara mengatasi cyberbullying yang dilaksanakan pada SMP PGRI 16 Sidoarjo. Hasil yang diperoleh dari kegiatan abdimas ini adalah terjadi suatu peningkatan pemahaman dan juga perubahan sikap sebesar 50% yang dihasilkan setelah pemberian materi dan juga pengisian angket berupa psikotes yang berisikan soal-soal terkait tindakan yang memicu cyberbullying.