Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Struktur Bahasa Teks Pranatacara Serta Prosesi Adat Pernikahan Pada Masyarakat Jawa Damayanti, Ervina; Avianta, Adam Purnama
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1776

Abstract

Penenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks bahasa pranatacara serta prosesi adat pernikahan pada masyarakat Jawa. Metode yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa tradisi prosesi pada adat pernikahan di Jawa, khususnya di wilayah Kediri, Jawa Timur. Data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan,  wawancara, dan studi dokumen. Pengamatan dilakukan penulis pada saat prosesi pernikahan dengan adat Jawa. Adapun wawancara dilakukan dengan penggiat yang terlibat pada upacara pernikahan dengan adat Jawa, sedangkan teks pranatacara diperoleh dari seorang pranatacara manten Jawa yang biasa diucapkan pada saat temu manten. Teknik analisis data dilakukan  dengan tiga cara yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks bahasa pranatacara yaitu, salam  pembuka, salam hormat, pembukaan, isi, dan penutup. Adapun prosesi pernikahan pada adat Jawa adalah  pasang tarub, seserahan, siraman, midodareni, ijab kabul, temu manten, bobot timbang, nanem jero, kacar kucur, dulangan atau klimahan, sungkeman, dan tilik besan. Dalam prosesi tradisi temu manten adalah adanya barang-barang yang diwujudkan sebagai simbol permohonan. Fungsi barang-barang  tersebut untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam melangsungkan pernikahan tidak diganggu roh-roh jahat dan pengantin menjadi keluarga yang selamat dunia akhirat. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi dan pengetahuan tentang struktur bahasa pranatacara dan tradisi temu manten yang dapat ditanamkan filosofinya dalam kehidupan sehari-hari.