Damayanti, Silviyana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Minuman Keras dalam Masyarakat Batavia Andana, Muhammad Lingga; Damayanti, Silviyana; Miftahuddin, Miftahuddin
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i1.26673

Abstract

This article reviews the book Minuman Keras di Batavia Akhir Abad XIX (Alcoholic Beverages in Batavia in the Late 19th Century) by Yusana Sasanti Dadtun, which examines the socio-economic history of alcoholic beverages in Batavia at the end of the 19th century. Originally a master's thesis at Gadjah Mada University, this book explores the production, trade, and regulation of alcoholic beverages amid the social dynamics of colonial society. The method used in this review is descriptive-analytical, highlighting how alcoholic beverages were not only an important economic commodity but also a symbol of social status. This article dissects the cultural shifts in alcohol consumption in Batavia, including the role of the native elite in adopting Western lifestyles, as well as its impact on local social and economic structures. Through this study, it is shown that alcoholic beverages played a role in shaping social stratification and the modernization of consumption culture in the colonial era.
POLITIK ORDE BARU: DAMPAK KURIKULUM 1975 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH TINGKAT SMA/SEDERAJAT Damayanti, Silviyana; Zulkarnain, Zulkarnaian
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p358-367

Abstract

Kurikulum 1975 dapat dikatakan sebagai awal dasar dalam perkembangan penyusunan kurikulum Indonesia yang menerapkan teori pendidikan dan pedekaran sistem. Perubahan kurikulum 1975 merupakan penyempurna bagi kurikulum sebelumnya meskipun kurikulum ini masih banyak kurangnya. Pergantian kurikulum sering terjadi selain dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK dan kebutuhan masyarakat, juga dipengaruhi kondisi politik negara. Begitu juga kurikulum 1975 tidak lepas dari pengaruh politik masa Orde Baru yang cukup mendominasi dalam membersihkan warisan Orde Lama. Pengaruh politik dalam kurikulum 1975 sangat tampak pada materi mata pelajaran sejarah tingakat SMA/sederajat. Sehingga dalam penelitiaan ini menggunakan metode penelitian sejarah, melalui lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dengan demikian, dapat mengetahui bahwa politik Orde Baru berdampak pada posisi mata pelajaran sejarah yang awalnya berdiri sendiri kemudian digabungkan dalam program studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran sejarah pada kurikulum 1975 dalam pelaksanaannya kurang maksimal, sehingga mendapatkan kritik dari Presiden Soeharto karena kurangnya membangun kesadaran sejarah. Padahal posisi pembelajaran sejarah harusnya menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan identitas diri bangsa.