Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Sensori Permen Jelly dari Jeruk Siam Banjar (Citrus nobilis) dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Agar Asri Puspita Wardhani
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 12 No 1 (2022): Vol 12 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v12i1.202

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sensori permen jelly dari jeruk siam banjar (Citrus nobilis) dengan variasi konsentrasi gelatin dan agar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, dimana faktor A adalah konsentrasi gelatin (10%, 15% dan 20%) dan faktor B adalah konsentrasi agar (2%, 3% dan 4%). Hasil uji tingkat kesukaan warna, aroma, rasa dan tekstur dari permen jelly jeruk siam banjar menunjukkan bahwa penambahan gelatin dan agar tidak memberikan pengaruh terhadap karakteristik warna, rasa dan aroma permen jelly, namun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik tekstur permen jelly. Permen jelly dengan konsentrasi penambahan gelatin 10% dan agar 3% memiliki tingkat kesukaan yang paling tinggi pada atribut warna, aroma dan rasa, sedangkan konsentrasi penambahan gelatin 15% dan agar 2% memiliki tingkat kesukaan yang paling tinggi pada atribut tekstur.
Pengaruh Subtitusi Konsentrat Tepung Biji Karet dalam Ransum terhadap Performan Itik Alabio Intan Kurnianingrum; Asri Puspita Wardhani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29246

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian level ransum yang berbeda dengan menggunakan campuran tepung biji karet terhadap performa itik alabio. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan enam perlakuan ransum yang disusun berdasarkan level campuran tepung biji karet yang berbeda K0 (100 % Ransum komersial tanpa tepung biji karet), K1 (94 % Ransum komersial + 6 % tepung biji karet),  K2 (91 % Ransum komersial + 9 % tepung biji karet), K3 (88 % Ransum komersial + 12 % tepung biji karet),  K4 (85 % Ransum komersial + 15 % tepung biji karet), dan  K5 (82 % Ransum komersial + 18 % tepung biji karet) dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan efesiensi penggunaan ransum. Data yang diperoleh dianalisis ragam, dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran konsentrat tepung biji karet terhadap konsumsi ransum dan penambahan berat badan itik alabio berpengaruh nyata (P < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah level pemberian ransum pada itik alabio terbaik yaitu pada perlakuan K2 (91 % Ransum komersial + 9 % tepung biji karet).