The current problem with limited internet access at SMP Negeri 1 Jamanis is that the 50 Mbps bandwidth capacity of the Indihome ISP is insufficient to serve user needs. This problem is caused by the absence of a proxy to manage bandwidth, causing network overload. This research aims to configure bandwidth management using the simple queue method. The method used is the NDLC (Network Development Life Cycle) framework. Data collection techniques include observation, interviews, and literature reviews. The research results provide a solution for updating network topology by introducing proxies and applying the simple queue method for bandwidth management. Applying the simple queue method proved to improve the performance of the internet network in schools, as evidenced by the comparison of network test results before and after bandwidth distribution and user feedback via questionnaires.Permasalahan keterbatasan akses internet di SMP Negeri 1 Jamanis saat ini adalah kapasitas bandwidth 50 Mbps dari ISP Indihome tidak mencukupi untuk melayani kebutuhan pengguna. Masalah ini disebabkan tidak adanya proxy untuk melakukan manajemen bandwidth, sehingga menyebabkan kelebihan beban jaringan. Penelitian ini bertujuan melakukan konfigurasi manajemen bandwidth menggunakan metode simple queueu. Metode yang digunakan adalah kerangka kerja NDLC (Network Development Life Cycle). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Hasil penelitian memberikan solusi untuk melakukan pembaruan topologi jaringan dengan memperkenalkan proxy dan menerapkan metode simple queue untuk manajemen bandwidth. Penerapan metode simple queue secara signifikan meningkatkan kinerja jaringan internet di sekolah, yang dibuktikan dengan perbandingan hasil pengujian jaringan sebelum dan sesudah distribusi bandwidth dan umpan balik pengguna melalui kuesioner.