Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Majas dalam Novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar Karya Jombang Santani Khairen dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Rahmi Azzahra, Aisyah; Emidar, Emidar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8555

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan majas dalam novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar karya Jombang Santani Khairen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang berhubungan dengan majas dalam novel. Sumber data pada penelitian ini yaitu Novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar karya Jombang Santani Khairen. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Selanjutnya teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu membaca dan memahami, mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, menginterpretasi dan menyimpulkan data yang berhubungan dengan majas. Hasil penelitian diperoleh data bahwa dalam novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar karya Jombang Santani Khairen terdapat penggunaan majas, hasil penelitian yang ditemukan sebagai berikut. Pertama, jenis majas perbandingan. Pada jenis ditemukan enam klasifikasi majas, yaitu simile, metafora, personofikasi, depersonifikasi, alegori, dan Pleonasme. Pada majas simile ditemukan 67 data. Kedua, pada majas pertentangan ditemukan dua belas dari dua puluh macam majas pertentangan, diantaranya, hiperobola, ironi, oksimoron, paronomasia, paralepsis, silepsis, satire, inuendo, paradoks, klimaks, apostrof, sinisme dan sarkasme. Ketiga, Pada majas pertautan tidak ditemukan salah satu dari macam majas pertautan, yaitu, metonimia, sinekdoke, alusi, eufemisme, eponim, epitet, antonomasia, erotesis, paralelisme, gradasi, asindenton dan polisindenton.