Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah 5 tahun akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting terjadi pada awal kehidupan terutama pada masa balita yaitu masa yang paling rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh masalah kekurangan gizi yang berdampak pada pertumbuhan balita. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan stunting pada balita, diantaranya pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi dan penggunaan sumber air. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor dengan kejadian stunting pada balita di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, dilaksanakan pada bulan Juli-oktober 2023. Populasi penelitian ini adalah ibu balita 6- 24 bulan sebanyak 321 ibu balita, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling, dengan jumlah sampel yaitu 79 ibu balita. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden memberikan ASI eksklusif sebanyak 54 ibu balita (68,4%), sebagian besar responden menggunakan PDAM sebagai sumber air bersih utamanya sebanyak 46 ibu balita (58,2%), dan sebagian besar responden mengatakan bahwa anak mereka tidak pernah mengalami penyakit infeksi, sebanyak 52 ibu balita (65,8%). Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, dan penggunaan sumber air dengan kejadian stunting pada balita dengan masing-masing nilai P 0,001.