Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Komunikasi Budaya Jawa Dan Mandailing Dalam Pernikahan Desa Bantan Siagian, Mulya; Thariq, Muhammad
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.725

Abstract

Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai merupakan desa yang memiliki keberagaman suku, terdiri dari 9 dusun, 85,5% Masyarakat sebagai petani dan memiliki ikatan pernikahan 80% antarsuku terutama Jawa dan Mandailing. Perbedaan etnis memunculkan norma masyarakat yang berbeda dalam berbagai hal, terutama hubungan perkawinan adat, jika keduanya memiliki latar belakang etnis dan pengalaman yang berbeda, keharmonisan diperlukan adanya penyesuaian bentuk komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasangan etnis yang berbeda. Tujuan kegiatan ini adalah mengeksplor proses, poladan hambatan komunikasi pada keluarga pernikahan berbeda Suku Jawa dan Mandailing di Desa Bantan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan adalah dengan tahapan (a) pendekatan persuasive dengan mitra (b) wawancara langsung dengan mitra (c) observasi dan (d) dokumentasi. Tempat penelitian adalah, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara narasumber baik secara online ataupun offline dan didokumentasikan. Teknik analisis data dengan menggunakan cara reduksi data, representasi dan penarikan kesimpulan verifikasi. Temuan yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya adalah (a) Proses komunikasi keluarga pada pasangan pernikahan berbeda suku yang terjadi menggunakan media eloktronik sebagai perantara dan dan secara langsung; (b) Pola komunikasi keluaraga pada pasangan pernikahan berbeda suku yang terjadi adalah keterbuakaan terhadap pasangan masing-masing, merasa empati atas apa yang dialami pasangan masing-masing dan (c) hambatan komunikasi keluarga pada pasangan pernikahan berbeda suku perbedaan budaya dalam segi adat yang digunakan pada saat keluarga besar berkumpul. Saran sebaiknya memberikan pendampingan lanjut ke Bhinneka Tunggal Ika dan mempertahankan keberagaman antarbudaya.