Handayani, Tiara Rizki
Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH KEBIUL (Caesalpinia bonduc L. Roxb) TERHADAP BATU GINJAL TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ETILEN GLIKOL 0,75% DAN AMONIUM KLORIDA 2% Handayani, Tiara Rizki; Yuliani, Sapto
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.198 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7774

Abstract

Penyakit ginjal dapat disebabkan karena ada pembentukan batu yang terbentuk dari komplek kalsium sehingga dapat mengganggu fungsi ginjal. Biji buah kebiul (Caesalpinia bonduc (L.) Roxb) mengandung flavonoid yang dapat mencegah pembentukan endapanbatu di ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanolbiji buah kebiul pada batu ginjal tikus Sprague Dawley (SD) yang diinduksi etilen glikol 0,75% dan amonium klorida 2%. Sebanyak 30 ekor tikus, dewasa, jantan, dibagi menjadi 6 kelompok yang mendapat perlakuan sebagai berikut: kontrol normal diberi akuades; kontrol sakit, diberi akuades; kontrol positif, diberi obat X dengan dosis 2,7 mL/kg BB, dan kelompok ekstrak diberi ekstrak biji kebiul dengan variasi dosis yaitu 250, 500, dan 1000 mg/kg BB. Induksi batu ginjal dilakukan dengan pemberian etilen glikol 0,75% dan amonium klorida 2% 2 jam setelah pemberian esktrak etanol biji buah kebiul dan obat X  selama 10 hari pada semua kelompok, kecuali kelompok normal. Efek terhadap batu ginjal ditentukan berdasarkan jumlah kalsium urin, kadar kreatinin dan ureum serum. Data jumlah kalsium yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney, sedangkan data kreatinin dan ureum serum yang diperoleh dianalisis dengan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Signifikansi hasil dinyatakan dengan p<0,05. Jumlah kalsium urin, kadar kreatinin dan ureum serum kelompok ekstrak tidak berbeda bermakna (p>0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol sakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji buah kebiul dosis 250, 500 dan 1000 mg/kg BB tidak memberikan efek pada batu ginjal tikus SD yang diinduksi etilen glikol dan amonium klorida.