Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Serapan Karbon Dioksida sebagai Penyedia Jasa Lingkungan di Ruang Terbuka Hijau Taman Hutan Klorofil Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia Reza, Anggi Dwiki; Pramono, Calvin Levyanto; Foresty, Risma Salsabila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10726

Abstract

Gas buang Karbon Dioksida (CO2) merupakan salah satu konsentrasi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan pemasan global dan berimbas pada perubahan iklim. Permasalahan perubahan iklim ini dapat diatasi dengan adanya fungsi hutan sebagai penyerap CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi Nilai Jasa Lingkungan berdasarkan serapan karbon dioksida pada tegakan hutan di Taman Hutan Klorofil, Kabupaten Kendal. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menjelajahi seluruh wilayah penelitian dengan diidentifikasi berdasarkan ciri morfologinya dan dilakukan pengukuran diameter pada setiap tanaman. Pengukuran Serapan karbon dioksida dilakukan dengan mengalikan biomassa dengan laju konversi sebesar 1,4667 yang diperoleh dari persamaan fotosintesis. Nilai Jasa lingkungan didapatkan melalui pengkalian harga jual karbon dengan estimasi serapan karbon dioksida. Hasil penelitian menunjukan kandungan Biomassa tegakan hutan sebesar 152.90 Ton per tahun, serapan karbon dioksida di Taman Hutan Klorofil, Kabupaten Kendal sebesar 224.26 Ton per Tahun, dan Nilai Jasa Lingkungan berdasarkan serapan karbon dioksida di Taman Hutan Klorofil, Kabupaten Kendal sebesar Rp16,684,704.19.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAMBU DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Alyodya, Daniel Abileon; Foresty, Risma Salsabila; Pramono, Calvin Levyanto; Restuti, Eprian Juniar; Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBambu adalah tumbuhan yang berasal dari famili Poaceae ataupun Gramineae yang merupakan rumput-rumputan berukuran besar. Bambu sendiri memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi sehingga termasuk sumber daya yang sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan bambu di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang pada lima titik tersebar pada kawasan desa yang memiliki jumlah bambu yang tergolong tinggi dengan metode random sampling melalui pembuatan plot. Data yang diperoleh dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat lima jenis spesies bambu yaitu Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, dan Gigantochloa atter dengan total jumlah keseluruhan yaitu 474 bambu. Hal ini menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) sedang atau cukup beragam dengan nilai sebesar 1,56611. Keanekaragaman ini dipengaruhi oleh kesesuaian lahan geografis seperti ketinggian permukaan, pH tanah, suhu, dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeliharaan vegetasi untuk mempertahankan spesies-spesies yang ada.Kata kunci : Bambu, Desa Papringan, Shannon-Wiener, Keanekaragaman jenis, Biogeografi ABSTRACTBamboo is a plant that comes from the Poaceae or Gramineae family, which are large grasses. Bamboo itself has quite high diversity so it is a very abundant resource. This research aims to determine the diversity of bamboo plant species in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency. The research was carried out in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency at five points spread across village areas that have relatively high amounts of bamboo using a random sampling method through plotting. The data obtained was calculated by calculating the diversity index using the Shannon-Wiener formula. The results of this research found that there were five types of bamboo species, namely Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, and Gigantochloa atter with a total number of 474 bamboos. This shows that the diversity index (H') value is moderate or quite diverse with a value of 1.56611. This diversity is influenced by geographical land suitability such as surface height, soil pH, temperature and humidity. Therefore, public awareness is needed in maintaining vegetation to maintain existing species.Key words: Bamboo, Papringan Village, Shannon-Wiener, Species diversity, Biogeography