Pendahuluan: Puskesmas merupakan titik awal dalam pelayanan kesehatan yang menjadi pilar utama pembangunan kesehatan. Untuk mencapai hasil kinerja yang unggul, diperlukan pelayanan berkualitas yang didukung oleh manajemen yang tepat. Salah satu strategi untuk mencapai hal ini adalah dengan mengoptimalkan penerapan manajemen puskesmas melalui pelaksanaan siklus manajemen sesuai jadwal. Metode: Studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik dan menerapkan desain penelitian cross-sectional. Misi penelitian ini adalah untuk mengungkapkan korelasi antara pelaksanaan manajemen dan prestasi puskesmas. Hasil: Dari hasil penelitian terhadap 39 Puskesmas yang diteliti, terdapat variasi dalam penerapan manajemen pada setiap tahapannya. Secara keseluruhan, semua puskesmas telah menerapkan manajemen dengan optimal. Pada tahap perencanaan (P1) dan tahap pergerakan dan pelaksanaan (P2), tidak ada puskesmas yang dikelompokkan dalam kategori kurang (0%). Namun, terdapat perbedaan dalam nilai kategori, dengan 21,4% dari puskesmas memiliki kategori perencanaan kurang dan 78,6% memiliki kategori baik. Pada tahap penggerakan pelaksanaan (P2), 64,3% memiliki kategori baik dan 35,7% memiliki kategori cukup. Sedangkan pada tahap pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3), 71,4% memiliki kategori baik dan 28% memiliki kategori cukup. Ditemukan hubungan antara penerapan manajemen dengan nilai kinerja puskesmas, dengan 35% memiliki kinerja baik, 25% kinerja cukup, dan 39,3% kinerja kurang. Saran: Puskesmas di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar perlu memaksimalkan penerapan manajemen. Semakin baik penerapan pada tahap perencanaan (P1), pelaksanaan dan pergerakan (P2), serta pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3), maka capaian kinerja kinerja puskesmas juga akan semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi-inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja puskesmas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.