Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Keterbukaan Diri Dalam Media Sosial Tiktok (Studi Kasus Pada Pengurus Gerakan Pemuda GPIB Mupel Jakarta Timur) Divany Darmawan, Vanessa Gabriella
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13176

Abstract

Penelitian ini melihat fenomena keterbukaan diri pada pemuda generasi z di media sosial TikTok mengenai keterbukaan diri yang dijadikan sebagai salah satu ide konten kreatif. Fokus penelitian ini pada generasi z terutama pada pengurus GP GPIB Mupel Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini adalah memahami apa dan bagaimana keterbukaan diri yang dilakukan oleh pengurus GP GPIB Mupel Jakarta Timur dalam menunjukkan eksistensi diri melalui bentuk dan cara konten yang dibuat untuk dipublikasi di media sosial TikTok. Kerangka teoritis penelitian ini didasarkan pada Jendela Johari, yang mengelompokkan keterbukaan diri ke dalam empat daerah: daerah terbuka, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah tidak sadar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara tidak terstruktur untuk menggali perilaku komunikasi pengurus GP GPIB Mupel Jakarta Timur pada media sosial TikTok, dengan melihat bagaimana dan cara mereka melakukan keterbukaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus GP GPIB Mupel Jakarta Timur melakukan keterbukaan diri dengan cara memperlihatkan diri mereka yang memiliki sifat Fear or Missing Out (FOMO), membahas dan menunjukan mengenai hubungan pacaran (relationship), sindiran, aktivitas dan passion, namun hal itu diseimbangkan dengan adanya daerah tersembunyi yang tidak dipublikasi seperti adanya batasan diri dan rasa tidak percaya diri, sehingga keterbukaan diri yang dilakukan tidak over disclosure dalam konten yang dipublikasi mereka. Mereka dapat menyeimbangkan daerah terbuka dan daerah tersembunyi dengan cermat, mencegah over disclosure yang dapat berdampak negatif. Pengurus menggunakan berbagai bentuk komunikasi untuk keterbukaan diri, termasuk tulisan, gambar, dan suara dalam video TikTok mereka. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa pengurus GP GPIB Mupel Jakarta Timur mampu untuk melakukan keterbukaan diri secara seimbang sehingga tidak over disclosure dan memanfaatkan berbagai cara dalam menunjukan keterbukaan diri melalui media sosial Tik Tok.