Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Paradiplomasi Pemda Sumut terhadap Yunnan China dalam Pembangunan Kek Sei Mangkei Pasaribu, Astrella Dianyi; Zulian, Ibnu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14634

Abstract

Dalam konteks kerjasama internasional, paradiplomasi pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi fenomena menarik. Ini terutama berlaku untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dengan dukungan Foreign Direct Investment (FDI) oleh China. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika hubungan paradiplomasi antara Provinsi Sumut dan pemerintah China, terutama dalam upaya mereka bersama untuk memajukan pembangunan ekonomi melalui KEK Sei Mangkei. Pekerjaan baru, transfer teknologi, dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat dicapai melalui kerja sama ini. Provinsi mendorong kerangka kerjasama yang menguntungkan antara pihak terkait karena fungsinya sebagai lembaga paradiplomasi. Meskipun demikian, keberlanjutan kerjasama ini dapat dipengaruhi oleh masalah seperti perubahan kebijakan internasional dan perubahan dalam politik domestik. dalam menjajaki kerja sama ekonomi dengan Provinsi Yunnan China, dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, perkebunan, pariwisata, dan pendidikan.Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana paradiplomasi dapat memainkan peran penting dalam membangun kerjasama antarwilayah.
Kerjasama Unesco dan Indonesia dalam Pembangunan Wisata Danau Toba Melalui Program Global Geopark Tampubolon, Grace Yosevhin; Zulian, Ibnu
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.268

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi perkembangan perekonomian negara, maka oleh karena itu pariwisata merupakan fokus penting bagi pemerintah. Kerjasama internasional merupakan salah satu strategi yang paling dihandalkan oleh pemerintah dalam mempercepat pembangunan. Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar di dunia yang menjadi destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Toba. Pemerintah Indonesia mencanangkan Danau Toba menjadi lima destinasi wisata super prioritas, sejalan dengan hal tersebut pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan organisasi internasional UNESCO, pemerintah berhasil meyakinkan UNESCO bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dalam hal budaya, dan keanekaragaman hayati. Dengan dijadikannya Danau Toba menjadi Kaldera Global Geopark menjadi sebuah kesempatan besar bagi pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba dan menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata yang berbasis internasional. Dan bisa menjadi pariwisata berkelanjutan yang dapat memberikan dampak positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seperti apa kontribusi UNESCO dalam pembangunan wisata Danau Toba, latar belakang dilakukannya kerjasama, dan dampak dari kerjasama tersebut dalam pembangunan Danau Toba. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber seperti buku, jurnal, artikel online dan website resmi pemerintah
GASTRODIPLOMASI SEBAGAI INSTRUMEN SOFT POWER (STUDI KASUS: STRATEGI NATION BRANDING MEKSIKO DAN PERU DI BENUA AMERIKA) BR Pasaribu, Ayu Kristiani; Zulian, Ibnu
CONVERGENCE: JOURNAL OF GLOBAL DYNAMICS Vol 2 No 1 (2026): Convergence: Journal of Global Dynamics
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyses the effectiveness of gastronomy as a soft power instrument in strengthening the nation branding of countries in the Americas. By focusing the study on the successes of Mexico and Peru, this research evaluates how the integration of culinary heritage into foreign policy is capable of generating measurable diplomatic influence and economic benefits. Using a descriptive qualitative method based on secondary data from UNESCO reports and the World Travel Awards, the results indicate that the designation of traditional cuisine as world cultural heritage has triggered a significant surge in the international tourism sector and food commodity exports. This study concludes that a consistent gastrodiplomacy strategy not only reinforces regional cultural identity but also functions as an effective creative economy engine in enhancing a country's geopolitical bargaining power on the global stage.