Kemajuan suatu bangsa dapat diukur melalui minat baca masyarakatnya, yang penting untuk pembelajaran sepanjang hayat dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Meskipun ada peningkatan minat baca di Indonesia, indeks minat baca masih relatif rendah dibandingkan negara lain dengan banyak provinsi termasuk Jawa Barat yang berada di bawah rata-rata nasional. Membaca merupakan elemen kunci untuk partisipasi penuh dalam masyarakat modern, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan akses budaya. Perpustakaan berperan penting dalam mendukung pendidikan dan memotivasi minat baca masyarakat. Pelayanan perpustakaan yang baik dapat meningkatkan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kualitas layanan perpustakaan terhadap minat baca masyarakat, dengan fokus pada Perpustakaan Kota Bogor menggunakan model LibQUAL+™. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan perpustakaan Kota Bogor memiliki pengaruh signifikan terhadap minat baca masyarakat. Ketiga dimensi kualitas layanan dalam model LibQUAL+™, yaitu Affect of Service, Information Control, dan Library as Place, secara keseluruhan berdampak signifikan terhadap minat baca. Namun, secara parsial, variabel Affect of Service, yang menilai kinerja petugas perpustakaan, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap minat baca. Ini menunjukkan bahwa meskipun penting, kualitas pelayanan petugas bukan satu-satunya faktor dalam mempengaruhi minat baca siswa SMA dan mahasiswa. Sebaliknya, variabel Information Control dan Library as Place menunjukkan pengaruh signifikan. Kualitas informasi dan kemudahan akses, serta fasilitas perpustakaan yang lengkap dan nyaman, terbukti mempengaruhi minat baca, terutama di kalangan siswa SMA dan mahasiswa, dengan menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas akademik dan penelitian.