Hilmi, Moh
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Role Playing dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak dan Kecerdasan Sosialnya Hilmi, Moh
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2018): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini didasarkan atas permasalahan masih rendahnya keterampilan sosial dan berbicara anak, dan secara umum permasalahan penelitian ini adalah “Bagaimana meningkat-kan keterampilan sosial dan berbicara anak melalui penerapan metode bermain peran atau role playing di MA Assyafiiyah NW Penangsak?” yang dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana kondisi keterampilan sosial dan keterampilan berbicara anak sebelum diterapkan metode bermain peran atau role playing di MA Assyafiiyah NW Penangsak? (2) Bagaimana proses penerapan metode bermain peran atau role playing dalam meningkatkan keterampilan sosial dan keterampilan berbicara anak di MA Assyafiiyah NW Penangsak? (3) Sejauh mana peningkatan keterampilan sosial dan keterampilan berbicara anak MA Assyafiiyah NW Penangsak setelah diterapkan metode bermain peran atau role playing? dan (4) Kendala-kendala apa yang dialami guru dalam menerapkan metode barmain peran atau role playing?. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan keterampilan sosial dan keterampilan berbicara anak di MA Assyafiiyah NW Penangsak melalui penerapan metode bermain peran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperbaiki proses pembelajaran keterampilan sosial dan keterampilan berbicara anak melalui penerapan metode bermain peran. PTK dilakukan dengan tiga siklus, dengan subjek anak-anak kelompok B MA Assyafiiyah NW Penangsak yang berjumlah 10 anak. Dari hasil pelaksanaan dan observasi yang dilakukan, terjadi peningkatan yang cukup besar terutama pada siklus dua. Disarankan bagi guru agar keterampilan sosial dan keterampilan berbicara lebih dikembangkan lagi, baik dalam pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat membuat penelitian mengenai keterampilan sosial dan berbicara anak melalui metode yang lain. Kata kunci: Bermain peran, keterampilan sosial