Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Fatherless dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri di SMA “X” Prasiwi, Irene Dhesela Bintang; Jamhariyah, Jamhariyah; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18859

Abstract

Kehamilan remaja merupakan masalah yang terjadi karena terdapat aktivitas seksual yang diakibatkan perubahan fisik yang menyebabkan adanya dorongan seksual. Di Indonesia mencapai 1,71 juta kasus sedangkan di Jawa Timur 10,44 %, dengan dispensasi perkawinan anak sebanyak 29,4% yang 80% disebabkan hamil di luar nikah. Hasil studi pendahuluan dari 10 siswi dengan keluarga utuh serta memiliki pacar, 20% siswi dekat dengan ayahnya dan 80% tidak dekat dengan ayahnya. 50% siswi pernah bergandengan tangan dengan pacarnya, 30% pernah dirangkul dan 20% pernah dicium pipinya. Tujuannya adalah untuk memastikan hubungan antara perilaku seksual pranikah remaja putri di SMA "X" dan tidak memiliki ayah. Metode: Pendekatan cross-sectional dikombinasikan dengan desain penelitian survei analitis. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, dan total responden berjumlah 78 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku seksual remaja (Junita, 2018) dan kuesioner FPQ (Krampe & Newton, 2006). Teknik Chi-Square digunakan untuk menganalisis data. Temuan: Mayoritas memiliki perilaku seksual ringan (66,7%), sisanya memiliki perilaku seksual berat (33,3%), dan mayoritas memiliki tingkat tidak memiliki ayah yang tinggi (60,3%) dan sisanya memiliki tingkat tidak memiliki ayah yang rendah (39,7%). Uji Chi-Square menghasilkan hasil positif (p<0,05, r=0,332), menolak H0 dan menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara remaja putri SMA "X" yang tidak memiliki ayah dengan perilaku seksual pranikah mereka. Sebagai kesimpulan, perilaku seksual pranikah remaja putri meningkat seiring dengan meningkatnya persentase remaja putri yang tidak memiliki ayah. Untuk menghentikan perilaku seksual pranikah, diharapkan remaja putri selalu menjaga dan memperkuat hubungan yang kuat dengan orang tua mereka dan mencari informasi seksual yang dapat dipercaya.