Nyeri persalinan yang terus menerus dapat membuat ibu cemas dan gelisah. Jika tidak dikelola dengan baik, nyeri dapat menyebabkan partus lama dan perdarahan, terutama pada pasien primipara yang kesulitan mengendalikan nyeri sehingga bisa mengakibatkan kelelahan. Maka perlu membantu ibu mengendalikan nyeri agar tenaga tetap terjaga. Teknik yang dapat digunakan adalah aromaterapi lavender, yang mengandung linalool dengan efek anti-nyeri dan anti-cemas. Studi pendahuluan di RSUD dr. Abdul Rivai Berau menunjukkan bahwa ibu primipara belum mengetahui cara mengatasi nyeri persalinan, di mana bidan mengajarkan teknik pernapasan dalam. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin primipara. Metode : penelitian menggunakan metode pre eksperimental dan One Group Pre-Test-Post-Test Design. Populasi pasien ibu bersalin primipara di RSUD dr. Abdul Rivai Kabupaten Berau dengan rata-rata per bulan berjumlah 46 orang, berdasarkan rumus Lameshow dengan sampel 41 orang. Instrumen penelitian menggunakan skala NRS. Analisis data menggunakan wilcoxon test. Hasil : intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dilakukan aromaterapi lavender pada pasien ibu bersalin primipara dengan nilai median sebesar 6 dan setelah dilakukan aromaterapi lavender pada pasien ibu bersalin primipara dengan nilai median sebesar 3. Terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin primipara (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulan : aromaterapi lavender memiliki pengaruh dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin primipara.