Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Kesakralan Tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut perspektif Mircea Eliade Kadir, Fitra Nabila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20682

Abstract

Tradisi mandi safar di Desa Air Hitam Laut merupakan suatu tradisi yang dilakukan setiap tahunnya pada Rabu terakhir bulan safar, yang mengandung nilai kesakralan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesakralan tradisi mandi safar melalui pandangan dari Mircea Eliade. Jenis penelitin ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik wawancara, dengan sumber primer dari hasil wawancara dan sumber primer berasal dari literature mengenai tradisi mandi safar yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, dan studi literature mengenai teori eliade. Hasil penelitian menunjukkan Tradisi ini sebagai bentuk dari hierofani anatara bulan safar yang banyak diturunkan bala dengan tempat pelaksanaan penyucian dalam tradisi mandi safar ialah Pantai Babussalam. Mitos yang muncul dalam tradisi ini ialah rasa penjagaaan dari Allah terahap semua marabahaya yang berbentuk bala, penyakit, ataupun bencana. Simbol-simbol yang sakral termanifestasi dalam unsur-unsur seperti kain putih yang melambangkan kemurnian, telur, daun mangga, rakit, air pantai, khataman alQuran dan pembacaan doa untuk negeri serta penulisan tujuh ayat yang dimulai dengan lafadz Salamun diatas daun. Sedangakan, konsep kosmos terjadi ketika berlangsungnya tradisi, karena adanya kesakralan atas waktu dan tempat.