This Author published in this journals
All Journal Jurnal IMAJI
Wardhana, Veven SP.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membaca Sinema Menonton Kritik Sinema Wardhana, Veven SP.
IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia?
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kritik sinema, macam apapun bentuk dan formatnya tctap dibutuhkan oleh publik. Termasuk didalamnya adalah "kritik sinopsis(an) alias tulisan yang diniatkan sebagai telaah kritis namun isinya didominasi oleh ringkasan cerita/sinopsis. Ringkasan cerita, sinopsis, dibutuhkan calon penonton film sebagai ancang-ancang untuk memutuskan diri bakal menonton film tersebut atau tidak sama sekali. Kalau kemudian berniat menyaksikan film bersangkutan-setelah membaca " kritik sinopsis(an)"-menyaksikan bisa sesegera mungkin, esok, langsung bisa membacanya, atau lusa, atau entah kapan(-kapan).
Desakralisasi (Dunia) Selebritas Wardhana, Veven SP.
IMAJI No. 4 (2008): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi sebagai salah satu mata rantai industri telah memainkan peran penting dalam mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Besarnya peranan media ini ternyata dapat juga kita amati dan berbagai perspektif, mulai dari perkembangan bentuk televisi yang menjadi tren masa kini hingga pergeseran program-program siarannya yang konon tak terpisahkan dari nilai-nilai komersial. Salah satu program siaran yang diangkat dalam tulisan ini adalah infotainment yang tampaknya memiliki nilai komoditi cukup besar bagi beberapa stasiun TV. Lewat uraian yang cukup serius namun tetap entertaining, tulisan ini mencoba menawarkan suatu perspektif mengenai cara kita menilai sebuah program acara, khususnya infotainment. Elemen-elemen pembentuk makna dalam infotainment coba dijelaskan melalui beberapa teori, salah satunya adalah dengan mengoperasikannya dengan teori perspektif linier dan sintetik (dari da Vinci dan Alberti) yang biasanya dipakai dalam membaca lukisan.