Pendidikan karakter pada anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu fokus dari tujuan pendidikan inklusif. Dengan terbentuknya karakter siswa maka akan terbentuk individu yang memiliki budi pekerti yang mulia. Salah satu karakter yang perlu ditanamkan pada siswa adalah karakter religius. Mengingat perbedaan tingkat intelegensi siswa berkebutuhan khusus dengan siswa normal di Sekolah reguler, maka pembinaan karakter religius siswa berkebutuhan khusus memerlukan strategi dan metode yang sesuai agar efisien dalam proses pembinaan karakter religius siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pembinaan karakter religius siswa berkebutuhan khusus di SLB Autisme River Kids Malang. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus atau case study, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang terkait dengan fokus penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pembinaan karakter religius siswa berkebutuhan khusus di SLB Autisme River Kids Malang ditanamkan melalui program kegiatan keagamaan seperti sholat berjama’ah, membaca Al-Qur’an, sholat dhuha, dan membaca do’a sebelum dan sesudah belajar, proses pembinaan berjalan cukup baik namun masih belum maksimal dikarenakan kurangnya interaksi antara siswa yang disebabkan oleh keterbatasan siswa itu sendiri sehingga juga diperlukan pemaksimalan penanaman keterampilan sosial agar menjadikan siswa berkebutuhan khusus sebagai individu yang berkarakter religius dan mampu untuk hidup rukun dan toleran dengan pemeluk agama lain sesuai dengan konsep karakter religius menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Kata kunci: Pembinaan, Karakter Religius, Siswa Berkebutuhan Khusus.