Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

What Lies Beyond Job Stress and Overload? The Unseen Power of Work-Life Balance in Shaping Job Performance (Case Study of Employee at PT Brantas Abipraya) UTAMI, VISKHA FUTRY; MAHDY, RAIHAN; HERYADESASTRA, DEDEN; SETIADI, ARIO
Management Analysis Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Management Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/maj.v14i1.22482

Abstract

The operational effectiveness of state-owned construction enterprises (SOEs) continues to grapple with persistent challenges that may impede achieving projected growth targets for 2025. This research investigates the underexplored mediating effects of employee engagement and job satisfaction in linking work-life balance to job performance, while also analyzing the impact of job stress and work overload on work-life balance—a relationship which previously unexamined in existing literature. Adopting a quantitative-explanatory research design, the study surveyed 266 employees of PT Brantas Abipraya (Persero) using a 4-point Likert scale. Data analysis was conducted through Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Key findings reveal that job stress exhibits no statistically significant influence on work-life balance, whereas work overload positively correlates with enhanced work-life balance. Job satisfaction and employee engagement act as partial mediators between work-life balance and job performance, suggesting that these factors amplify—but do not fully account for—the relationship. The partial mediation mechanism underscores a strategic in which organizations must not only prioritize optimizing work-life balance to elevate job performance but also implement targeted strategies to cultivate intrinsic job satisfaction and sustained employee engagement. 
Pengaruh Live Streaming Tiktok, E-Wom dengan Brand Image Sebagai Mediasi terhadap Purchase Intention Mobil Toyota Tandian, Benny; Supono, Ollson; Setiadi, Ario
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5546

Abstract

Kemajuan teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial telah mengubah cara konsumen berinteraksi dan berbelanja. TikTok menjadi salah satu platform paling berpengaruh melalui fitur live streaming shopping yang memungkinkan transaksi langsung antara penjual dan konsumen. Meskipun penjualan melalui social commerce berkembang pesat di berbagai sektor, tren positif ini belum dirasakan oleh industri otomotif yang justru mengalami penurunan penjualan. Berdasarkan data OICA dan Gaikindo, terjadi penurunan penjualan mobil, termasuk Toyota sebagai pemimpin pasar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam efektivitas strategi pemasaran digital otomotif dibandingkan sektor lain, sehingga perlu diteliti lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan promosi melalui live streaming TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh streamer credibility dan electronic word of mouth (e-WOM) terhadap purchase intention dengan brand image sebagai mediasi pada promosi mobil Toyota di TikTok. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 158 responden pengguna aktif TikTok di JABODETABEK, dianalisis melalui PLS-SEM. Temuan ini menunjukkan kredibilitas streamer dan ulasan positif konsumen dapat memperkuat citra merek serta meningkatkan niat beli konsumen. Hasil t-values > 1.65 dan p-values < 0.05 & semua hipotesa diterima. Kredibilitas streamer dan ulasan positif konsumen dapat memperkuat citra merek serta meningkatkan niat beli konsumen terhadap mobil Toyota. Brand image berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh tidak langsung dibandingkan pengaruh langsung. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi industri otomotif, khususnya Toyota retail sales, untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital berbasis live streaming secara lebih efektif di era social commerce.