Indrawarmi, Indrawarmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Guru Tentang Konsep Merdeka Belajar Mendik-bud Nadiem Makarim Dalam Pembelajaran Tematik Di SD Negeri 140 Seluma Indrawarmi, Indrawarmi
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 3 No 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v3i3.598

Abstract

Kebijakan baru yang dicetuskan Mendikbud Nadiem Makarim ketika masa awal jabatannya menimbulkan persepsi di semua kalangan masyarakat terkhusus bidang pendidikan, oleh karena itu peneliti ingin mengangkat dan mencari tahu persoalan tersebut di salah satu lembaga pendidikan yang berlokasi di SD N 140 Seluma untuk mengetahui pandangan guru kelas di SDN 140 Seluma tentang konsep Merdeka Belajar Mendikbud tersebut. Merdeka Belajar adalah kemerdekaan berpikir, yang berawal dan berakhir dari guru, beliau mengajak elemen pendidikan untuk berperan serta memajukan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pelaksanaan guru tentang konsep Merdeka Belajar Mendikbud Nadiem Makarim dalam pembelajaran tematik di SD N 140 Seluma . Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskriptifkan fenomena suatu kondisi dilapangan, Informal penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling, dan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan datanya menggunakan teknik analisis yaitu Reduction, display, dan Verification.Hasil penelitian ini adalah : 1) para gurukelas di SD N 140 Seluma , memiliki persepsi positif tentang konsep Merdeka Belajar Mendikbud Nadiem Makarim yang tercermin pada kesediaan mengikuti kebijakan yang ada, 2) Pembuatan Rencana Pelaksanan Pembelajarn (RPP) dengan konsep Merdeka Belajar Mendikbud Nadiem Makarim dilakukan dengan langkah-langkah seperti mengadakan Workshop, peningkatan kompetensi, dan mutu guru, misalnya pembinaan dari pengawas, Kasidik, dan MGMP