Kemampuan membaca pada tahap awal merupakan salah satu keterampilan esensial yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi oleh siswa kelas IV di SDN 25 Pulau Punjung dalam pembelajaran membaca permulaan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui tes membaca awal, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun siswa telah mengenal bentuk huruf, mereka masih mengalami kesulitan dalam membedakan huruf yang serupa, membaca huruf gabungan seperti digraf dan diftong, serta menghadapi hambatan dalam pelafalan kata dan perakitan kalimat secara utuh. Selain itu, kemampuan menulis melalui dikte pun masih rendah karena pengenalan huruf belum sepenuhnya mandiri. Kesulitan-kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti kurangnya minat belajar, rendahnya tingkat konsentrasi, dan keterlibatan orang tua yang masih minim. Sementara itu, faktor eksternal mencakup ketergantungan terhadap gawai dan metode pembelajaran yang kurang variatif dari guru. Strategi yang digunakan guru cenderung monoton, terbatas pada metode mengeja dan penggunaan media sederhana, tanpa adanya evaluasi yang berkesinambungan. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara guru dan orang tua, serta pengembangan strategi pembelajaran yang lebih tepat guna. Pengawasan terhadap penggunaan teknologi oleh siswa juga menjadi kunci dalam upaya meningkatkan keterampilan membaca secara optimal.