Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE OLEH ROOM ATTENDANT DALAM MENJAGA HYGIENE DAN SANITASI KAMAR DI HOTEL INDAH PALACE YOGYAKARTA DI MASA PANDEMI COVID-19 Aditya Yuwana Nawing; Emmanuel Aries Widyarto
JURNAL NUSANTARA Vol 5 No 2 (2022): EDISI 8 VOL 5 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : AKPARDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63986/nsn.v5i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standard Operational Procedure dalam menjaga hygiene dan sanitasi kamar di Hotel Indah Palace Yogyakarta. Housekeeping merupakan salah satu departmen dalam hotel yang bertanggung jawab atas kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kamar maupun seluruh area hotel. Kamar yang bersih, nyaman, dan rapi merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan jumlah huniaan kamar dan pendapatan hotel. Begitu pula dengan Hotel Indah Palace Yogyakarta, terutama di masa pandemi dimana tingkat hunian hotel cenderung menurun. Kebersihan kamar merupakan faktor penting bagi hotel ini untuk meyakinkan tamu bahwa Hotel Indah Palace Yogyakarta telah melakukan upaya-upaya terkait hygiene dan sanitasi kamar sehingga tamu tidak perlu khawatir tertular penyakit Covid-19 jika menginap di hotel ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan data observasi dan wawancara, Secara khusus, observasi (pengamatan) dilakukan terhadap room attendant terkait penerapan standard operational procedure hygiene dan sanitasi. Sedangkan wawancara dilakukan pada Housekeeping Supervisor dan Room Attendant dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait pengoptimalan penerapan hygiene dan sanitasi di Hotel Indah Palace Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standard operational procedure hygiene dan sanitasi kamar oleh room attendant masih kurang baik, yang disebabkan karena minimnya jumlah ketersediaan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembersihan kamar serta kurangnya kemampuan dan pengetahuan room attendant dalam menjalankan tugasnya berdasarkan SOP yang berlaku.
Strategi Food Product Dalam Proses Rebranding Hotel Di Grand Diamond Hotel Yogyakarta Aditya Yuwana Nawing; Robertus Amrih Waskitho
JURNAL NUSANTARA Vol 7 No 2 (2024): Edisi 14 Sep 2024
Publisher : AKPARDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63986/nsn.v7i2.89

Abstract

Food Product adalah section yang penting, dalam industri perhotelan karena yang bertanggung jawab dalam menyediakan layanan tamu restaurant, room service,buffe dan Ala C’arte. Namum mengingat perkembangan yang terjadi saat ini dan tren, perubahan atau inovasi pada sajian menu perlu diakukan agar tidak monoton, yang bisa di sebut dengan rebranding produk. Grand Diamond Hotel Yogyakarta melakukan rebranding bertujuan untuk menambah variasi menu, agar tamu yang menginap dalam jangka waktu lama tidak bosan melihat makanan yang serupa setiap hari. Food Product section memiliki peran penting dalam proses rebranding Karena, food Product harus mampu menciptakan makanan yang memiliki cita rasa unik dan memiliki makna tersendiri di dalam suatu hidangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian yang diperoleh. 1)Faktor yang mempengaruhi keberhasilan strategi food product dalam proses rebranding. a) Memiliki tim kitchen yang mempunyai loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi, melakukan pemorsian setiap menu agar pada saat ada yang memesan tinggal mengambil semua kebutuhan kondiment yang di butuhkan. b) Selalu melakukan breafing dan evaluasi agar job description yang di berikan dapat berjalan baik dan mengetahui apa yang perlu di perbaiki. 2) Strategi yang digunakan food product dalam mencapai tujuan rebranding dengan melakukan Campaign di media sosial mengiklankan produk yang di ciptakan agar jangkauan lebih luas, banyak mengeluarkan promosi misal: buy two get one free atau discount 50 persen, melakukan promosi dengan konsisten dan menarik atau dapat mendatangkan influencer untuk mereview makanan yang ada dan memberikan reating untuk setiap makanan,yang bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pengunjung atau tamu yang menginap dan sebagai media promosi yang dapat di bilang efektif.