Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umumnya peran dari ibu dalam rumah tangga yaitu menjalankan kewajiban sesuai dengan kodrat dan perannya sebagai istri, seperti mengasuh, membesarkan anaknya, serta menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam rumah. Hal ini tergantung komunikasi dalam keluarga dan pola asuh yang diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengasuh anak anaknya, karena pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Hubungan keluarga sangat bergantung pada komunikasi, pendidikan karakter anak yang kuat harus dibangun di atas landasan komunikasi yang baik. Maka dari itu penelitian ini mencoba mengetahui bagaimana efektivitas komunikasi ibu single parent dalam pembentukan karakter remaja, diantaranya yaitu pertama openess (keterbukaan), empathy (empati), supportiveness (sikap mendukung), positiveness (nilai positif) dan equality (kesetaraan). Pada penelitian ini penulis menggunakan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk mendidik anak berusia remaja yang baik efektivitas komunikasi sangat diperlukan dan harus diberlakukan bertahap karena setiap poinnya memiliki peran yang berkaitan. Selanjutnya pola pengasuhan yang paling banyak digunakan dan paling efektif menurut para informan dalam membentuk karakter anaknya adalah pola asuh tidak menang dan tidak kalah (authoritative).Kata Kunci-Ibu single parent, Pola asuh, Pembentukan karakter