Fluktuasi kebijakan ekonomi makro seperti perubahan suku bunga, inflasi, nilai tukar, serta kebijakan fiskal dan moneter menimbulkan tantangan besar bagi sektor ritel yang sangat bergantung pada stabilitas ekonomi nasional. Ketidakpastian ini memengaruhi daya beli masyarakat, struktur biaya operasional, hingga strategi bisnis jangka panjang. Sektor ritel sebagai penghubung langsung antara produsen dan konsumen dituntut untuk lebih adaptif agar tetap bertahan dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi yang diterapkan oleh pelaku bisnis ritel dalam merespons dinamika kebijakan ekonomi makro melalui perspektif manajerial. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana pendekatan manajerial dapat meningkatkan efektivitas adaptasi bisnis ritel terhadap ketidakpastian makroekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan systematic literature review terhadap 35 artikel akademik, laporan korporasi, dan studi kasus yang relevan pada periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama yang terbukti efektif, yaitu efisiensi biaya operasional melalui optimalisasi proses dan integrasi teknologi, digitalisasi yang mencakup pemanfaatan big data, e-commerce, dan personalisasi layanan, fleksibilitas rantai pasok melalui diversifikasi pemasok dan prioritas produk lokal, strategi keuangan adaptif berupa pengelolaan kas konservatif dan pricing dinamis, serta kepemimpinan berbasis data melalui pengambilan keputusan real-time. Keberhasilan implementasi strategi tersebut dipengaruhi oleh pendekatan manajerial yang tepat, yaitu pengambilan keputusan berbasis data, kepemimpinan proaktif, kolaborasi lintas fungsi, dan pengembangan sumber daya manusia. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan bahwa pelaku usaha ritel perlu memperkuat kapasitas manajerial, mengintegrasikan teknologi digital, serta mendorong budaya organisasi yang adaptif. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah berupa regulasi yang mendorong transformasi digital, akses pembiayaan yang inklusif, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi faktor penting untuk mewujudkan ekosistem ritel yang tangguh, adaptif, dan kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi makro.