Nasution, Yulia Ariani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Bullying Siswa Dan Upaya Penanganannya (Studi Kasus Siswa SMP Negeri 1 Pangkalan Susu Kabupaten Langkat) Nasution, Yulia Ariani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 Januari-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v4i1.445

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Bentuk-bentuk perilaku bullying (2) Faktor-faktor penyebab munculnya perilaku bullying (3) Dampak perilaku bullying (4) Upaya penanganan perilaku bullying menggunakan konseling realitas teknik WDEP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode case study klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk bullying yang dilakukan oleh MH berupa bullying verbal seperti mengejek, memanggil dengan nama julukan, dan memanggil dengan nama orang tua, dan bullying fisik seperti menyenggol dan mencubit. Intensitas MH melakukan bullying adalah 5-6 kali dalam sehari yang dilakukan di dalam kelas maupun di kantin sekolah. Karakteristik korban bullying MH adalah perempuan 2) Faktor penyebab MH melakkan bullying adalah dari orang tua, diri pribadi MH, dan pergaulan MH dengan teman sekolah yang nakal, dan pengawasan dari pihak sekolah terhadap aktivitas siswa yang masih kurang. 3) Dampak perilaku bullying yang dilakukan oleh MH menyebabkan prestasi belajarnya menurun dan dijauhi oleh temannya. 4) Upaya penanganan yang dilakukan adalah dengan menggunakan konseling realitas teknik WDEP. Hasil penanganan menunjukkan menurunnya perilaku bullying. Perubahan tersebut terjadi karena adanya perubahan kesadaran dalam diri konseli yang berfokus pada kejadian saat ini atau kondisi saat ini, menekankan pada kekuatan pribadi atau apa yang diinginkan oleh konseli, dan mendorong individu untuk mengembangkan perilaku yang lebih baik agar dapat bermanfaat untuk kedepanya bagi Subjek maupun untuk masyarakat maupun Negara.
Membangun Rasa Percaya Diri Peserta Didik Melalui Layanan Konseling Individual : Behaviour Tehnik: Self Management Kelas VII SMP Negeri 1 Pangkalan Susu Semester Genap 2023/2024 Nasution, Yulia Ariani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 Januari-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v4i1.446

Abstract

Pentingnya Best Practice dalam Bimbingan dan Konseling, bukan sekadar serangkaian teknik atau metode, melainkan suatu pendekatan holistik untuk memahami, mendukung, dan membantu Peserta Didik meraih potensi sepenuhnya. Dalam menanggapi kompleksitas tantangan dan kebutuhan Individu, Guru BK perlu melakukan praktik terbaik agar dapat memberikan layanan yang relevan, responsif, dan efektif. Praktik terbaik dalam Bimbingan dan Konseling tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi mencakup perkembangan sosial, emosional, dan karir Peserta Didik. Guru BK perlu memiliki keterampilan konseling yang kuat, termasuk kemampuan mendengarkan aktif, memberikan dukungan emosional, dan membimbing Peserta Didik dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, praktik terbaik mencakup pengembangan dan peningkatan keterampilan melalui pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan. Layanan Individual membantu mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi Peserta Didik dalam membangun rasa percaya diri. Proses dalam Layanan Individual, Peserta Didik aktif terlibat dalam merencanakan tujuan dan memberikan rasa tanggung jawab dan kontrol pribadi dalam memperkuat rasa percaya diri. Pemantauan kemajuan Peserta Didik dan memberikan penghargaan atas pencapaian mereka menjadi aspek penting dalam proses membangun rasa percaya diri. Karena membantu menjaga motivasi dan memberikan umpan balik yang positif. Jadi, penting untuk membangun rasa percaya diri adalah proses berkelanjutan. Karena sangat penting untuk menjaga kontinuitas dukungan, mengidentifikasi perubahan kebutuhan, dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan individu Peserta Didik.