Firdaus, Muhammad Farid
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengasuhan Anak Yang Belum Mumayyiz Kepada Ayah Kandung Menurut Kompilasi Hukum Islam Firdaus, Muhammad Farid
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Az-Zawajir
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v3i1.262

Abstract

Salah satu dampak dari perceraian adalah hak asuh terhadap anak (Hadhanah). Hak Hadhanah merupakan hak pengasuhan anak yang belum mumamyyiz atau yang belum berumur 12 tahun. Berdasarkan Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 1991 Kompilasi Hukum Islam Pasal 105, bahwa pengasuhan anak yang belum mumayyiz jatuh kepada ibu, namun terdapat beberapa kasus bahwa pengasuhan anak yang belum mumayyiz kepada ayah. Tujuan dari penulisan ini untuk memahami lebih lanjut mengenai pengasuhan anak yang belum mumayyiz kepada ayah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang dikumpulkan menggunakan teknik library research.kemudian data dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menemukan bahwa hak asuh anak yang belum mumaayiz jatuh kepada ibu, akan tetapi hak tersebut bisa jatuh kepada ayah disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Analisis Perkara Gugat Cerai Istri Saat Hamil Perspektif Fiqih dan Kompilasi Hukum Islam Rahman, Shazrizal; Firdaus, Muhammad Farid
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Az Zawajir
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v5i2.373

Abstract

Pelaksanaan talak atau cerai dalam perspektif ulama klasik sangat bebas dan tergantung kepada kehendak suami, sebab dialah yang memiliki hak cerai dan tidak perlu dengan meminta pertimbangan isteri. Talak dapat dijatuhkan di mana saja, kapan dan dalam kondisi apapun. Menurut Kompilasi Hukum Islam, talak atau cerai hanya sah jika dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama setelah upaya damai tidak dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gugat cerai istri saat hamil dalam perspektif fiqih dan KHI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Normatif, data diambil dari data primer, dan data sekunder. Data dkumpulkan melalui literatur-literatur yang berkaitan. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugat cerai seorang isteri dalam keadaan hamil tidak ada larangan baik dalam perspektif fiqh, kompilsasi hukum islam maupun perundang undangan yang berlaku.