Ningsih, Sukarni Setya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Putri dalam Menghadapi Syndrom Premenstruasi di SMAN 1 Kopo Kabupaten Serang Adeyana, Riska; Ningsih, Sukarni Setya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11160

Abstract

ABSTRAK Permasalahan Syndrom Premenstruasi merupakan hal yang harus diperhatikan bagi semua wanita khususnya bagi para remaja putri. Banyak remaja putri yang tidak memahami pentingnya sikap dalam menghadapi premenstrual syndrome dikarenakan tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Sikap negatif dalam meghadapi premenstrual syndrome dapat memperberat gejala-ejala pada premenstrual syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam menghadapi syndrom premenstruasi. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri di SMAN 1 Kopo Kabupaten Serang memiliki pengetahuan dalam kategori baik (55,2%) dan mayoritas memiliki sikap positif (58,6%). Hasil analisis didapatkan p value: 0,040, sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap dalam menghadapi syndrome premenstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Kopo Kabupaten Serang Tahun 2023. Saran: Tenaga kesehatan melakukan penyuluhan dan memberikan pendidikan kesehatan tentang syndrome premenstruasi pada remaja putri di sekolah-sekolah. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Syndrome Premenstruasi, Remaja Putri  ABSTRACT The problem of Premenstrual Syndrome is something that must be considered by all women, especially for young women. Many young women do not understand the importance of attitude in dealing with premenstrual syndrome because they do not have sufficient knowledge. Negative attitudes in dealing with premenstrual syndrome can exacerbate the symptoms of premenstrual syndrome. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of young women in dealing with premenstrual syndrome. This study used an analytic design with a cross sectional approach. The research sample of 58 respondents was taken by simple random sampling technique. The results of the study were analyzed univariately and bivariately with the chi square test. The results showed that the majority of young women at SMAN 1 Kopo Serang Regency had good knowledge (55.2%) and the majority had a positive attitude (58.6%). The results of the analysis obtained a p value: 0.040, so it was concluded that there was a significant relationship between knowledge and attitudes in dealing with premenstrual syndrome in young women at SMAN 1 Kopo, Serang Regency in 2023. Suggestion: Health workers conduct counseling and provide health education about premenstrual syndrome in young women in schools. Keywords: Knowledge, Attitude, Premenstrual Syndrome, Young Women
Efektifitas Instrumen Musik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Ibu Bersalin di PMB Bidan Intan Haryadie Maslahhulislaiah, Imas; Ningsih, Sukarni Setya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11173

Abstract

ABSTRACT Background is relaxation therapy is an alternative that can be given to reduce anxiety responses. This can help patients relax and can improve various aspects of physical health as well as be able to control themselves so that they can take the right response when they are in a stressful situation. The purpose of this study was to determine the effectiveness of musical instruments in reducing anxiety levels in mothers giving birth at PMB Midwife Intan Haryadie. This type of research is a quantitative research with an experimental method of 35 respondents. The results of this study indicate that there is an influence between musical instrument therapy on reducing anxiety levels in mothers giving birth at PMB Intan Haryadie. Keywords: Musical Instrument Therapy, Anxiety Level, Maternity Mother  ABSTRAK Latar belakang adalah terapi relaksasi merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan untuk mengurangi respon kecemasan. Hal ini dapat membantu pasien menjadi rileks dan dapat memperbaiki berbagai aspek kesehatan fisik serta dapat mengontrol diri sehingga dapat mengambil respon yang tepat saat berada dalam situasi menegangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas instrumen musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu bersalin di PMB Bidan Intan Haryadie. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis metode eksperimen terhadap 35 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara terapi instrumen musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu bersalin di PMB Intan haryadie. Kata Kunci: Terapi Instrumen Musik, Tingkat Kecemasan, Ibu Bersalin
Efektivitas Media Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Penularan HIV Dari Ibu Ke Anak Ningsih, Sukarni Setya; Anggrayni, Putri Nur; Kristi, Tamara Juni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56276

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada ibu hamil dan anak karena penularan dari ibu ke anak masih terjadi, sementara tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan HIV belum optimal sehingga diperlukan strategi promosi kesehatan yang efektif. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis efektivitas media promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 60 ibu hamil di dua TPMB di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Intervensi berupa media promosi kesehatan diberikan setelah pretest dan diikuti posttest untuk menilai perubahan pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon (α = 0,05). Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,08 sebelum intervensi menjadi 12,08 setelah intervensi, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Media promosi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak dan perlu dioptimalkan dalam pelayanan antenatal care.