ABSTRACT Leadership from a hospital leader or hospital manager will be determine their hospital progress either will be a possitve or not. Astrini hospital currently make a leadership transformation model which is all leaders and stakeholders now must have a caring and concern about patient safety and worker safety at hospital environment to achieve organization safety culture.The purpose of this study is to see is there correlation between leadership to build an organization safety culture at Astrini hospital. We distributing several questioners which adopted and we measure safety culture indicator by six patient safety goals achievement and national quality indicator protective personal equipment achievement. Questioners have been distributed to manager and hospital staff. According from responders, their managers and leaders at hospital have a high caring and concern about patient and work safety (n=20). There are shown progressive positive trend in six patient safety goals and using protective personal equipment achievement during last six month at 2022. However, it’s going down again at beginning 2023. There is correlation between leadership in purpose to build a safety culture either patient safety or worker safety at Astrini hospital. Leadership skills have an important role to influence hospital staff performance. Safety oriented leadership must be start from all stakeholders and then all hospital leader or manager, so they can motivate and improving their staff knowledge about why patient and work safety are important to them when they are working at hospital. Keywords: Safety Culture, Leadership, Patient Safety, Work Safety ABSTRAK Kemampuan kepemimpinan dari seorang manajer atau pemimpin rumah sakit akan menentukan arah perkembangan dari rumah sakit tersebut apakah menuju arah yang lebih positif maupun sebaliknya. Rumah sakit Astrini saat ini melakukan proses transformasi model kepimimpinan, yakni pemangku jabatan dan kepentingan harus memiliki tingkat kepedulian yang tinggi dalam hal keselamatan pasien dan keselamatan kerja dilingkungan rumah sakit sehingga dapat membentuk suatu budaya keselamatan di rumah sakit. Untuk melihat hubungan antara kepemimpinan untuk membentuk suatu budaya keselamatan di Rumah Sakit Umum Astrini. Metode yang digunakan adalah dengan penyebaran kuesioner yang telah diadopsi dan dilakukan pengukuran indikator budaya keselamatan dengan capaian enam indikator sasaran keselamatan pasien dan indikator nasional mutu penggunaan alat pelindung diri. Kuesioner disebar baik pada manajer rumah sakit dan staff rumah sakit. Didapatkan bahwa menurut responden, para pemimpin dan pimpinan rumah sakit saat ini telah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan pasien dan keselamatan kerja (n=20). Hasil capaian indikator enam sasaran keselamatan pasien selama enam bulan terakhir tahun 2022 menunjukan peningkatan, namun saat ini mengalami penurunan pada trimester pertama tahun 2023. Terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan tujuan membentuk budaya keselamatan pasien dan kerja. Kemampuan memimpin mempunyai peran penting untuk mempengaruhi kinerja staff rumah sakit. Kepemimpinan berorientasi pada keselamatan harus dimulai dari para pemangku kepentingan kemudian seluruh pimpinan atau manajer rumah sakit, sehingga mereka dapat memotivasi dan meningkatkan pengetahuan staff mereka tentang mengapa keselamatan pasien dan keselamatan kerja sangat penting bagi mereka ketika sedang bekerja di rumah sakit Kata Kunci: Budaya Keselamatan, Kepemimpinan, Keselamatan Pasien, Keselamatan Kerja.