Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pola Makan Tinggi Purin dengan Kadar Asam Urat pada Lansia di Perum Taman Flamboyan Rt.26 Di Buni Bakti Chalid, Desrideus; Thobbari, Mohammad Wakhid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19718

Abstract

ABSTRACT Gout is one one the most common diseases in Indonesia, one of which is a disease that occurs a lot in the province West Java, which is 32.1 %. Knowing the Analysis of a High Purine Diet with Uric Acid Levels in the Elderly at Perum Taman Flamboyan Indah RT 26 in Buni Bakti. The type of research used is quantitative research and the design used is a corelation wtudy with a retrospective approach, samples are taken by using purposive sampling.The relationship between a diet high in purine and uric acid levels in the elderly a correlation coefficient value of -0.628 shows that the level of strong relationships and negative relationship directions that indicate that changes or deterioration in diet tends to be followed by an increase in uric acid levels, while dietary improvements have the potensial to help keep uric acid levels stable. With a (p-value) of 0.000, which is smaller than 0.01. The result of the study showed that there was a significant relationship between a diet high in purine and an increase in uric acid levels in the elderly. This shows thar diet has an important role in contributing uric acid levels the body of the elderly. Keywords: Diet High in Purines, Uric Acid Levels, The Elderly.  ABSTRAK Penyakit Asam Urat merupakan salah satu penyakit yang terbanyak terjadi di Indonesia, salah satunya penyakit yang banyak terjadi di provinsi  Jawa Barat yaitu sebesar 32,1%. Mengetahui Analisis Pola Makan Tinggi Purin dengan Kadar Asam Urat pada Lansia di Perum Taman Flamboyan Indah RT.26 di Buni Bakti., Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang di gunakan yaitu corelation study dengan pendekatan retrospektif sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan menggunakan uji spearman rank. Adanya hubungan pola makan tinggi purin dengan kadar asam urat pada lansia dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,628 menunjukan tingkat hubungan kuat dan arah hubungan negatif yang mengindikasikan bahwa perubahan atau perburukan pola makan cenderung diikuti dengan peningkatan kadar asam urat, sementara perbaikan pola makan berpotensi membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil. Dengan (p-value) sebesar 0.000, yang lebih kecil dari 0.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan tinggi purin dengan peningkatan kadar asam urat pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa pola makan memiliki peran penting dalam реnyumbang kadar asam urat dalam tubuh lansia. Kata Kunci: Pola Makan Tinggi Purin, Kadar Asam Urat, Lansia.
Analisa Kebiasaan Konsumsi Kopi dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Lansia dengan Riwayat Hipertensi Chalid, Desrideus; Loisky, Lilis
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19780

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, an estimated 63.3 million people suffer from this condition causing 427,218 deaths, especially in the 60-70 year age group. The 2018 Riskesdas report shows that West Java Province is the region with the highest frequency of hypertension. The coffee consumed is distributed through the bloodstream through the digestive system within 5-15 minutes.  There is a lot of caffeine in coffee which has an acute effect on blood pressure, especially in people with hypertension. Coffee that is drunk with a certain frequency (1-3 cups/day) actually becomes a protective factor against hypertension and there is also evidence that coffee consumption increases the risk of hypertension (>5 cups/day). Research objective to determine the analysis of coffee drinking habits and increased blood pressure in elderly people with a history of hypertension in Cipeundeuy Rt 12 village for the period December 2024. This research is a cross-sectional observational analytical study, with the dependent variable being increased blood pressure and the independent variables being time to drink coffee, frequency of drinking coffee, duration of drinking coffee, and type of coffee variant. This research uses a total sampling technique, namely a sampling technique of 33 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. Cross Tabulation Results of the relationship between coffee drinking time and increased blood pressure show a p-value of 0.001 > 0.05, which means Ho is rejected and Ha is accepted. Cross Tabulation results of the relationship between frequency of drinking coffee and increased blood pressure show a p-value of 0.000 > 0.05, which means Ho is rejected and Ha is accepted. Cross Tabulation results of the relationship between duration of drinking coffee and increased blood pressure showed a p-value of 0.043 > 0.05, which means Ho was rejected and Ha was accepted. Cross Tabulation results of the relationship between coffee varieties and increased blood pressure show a p-value of 0.001 > 0.05, which means Ho is rejected and Ha is accepted. There is a significant relationship between time of drinking coffee, frequency of drinking coffee, duration of drinking coffee and type of coffee variant with increased blood pressure.  It is hoped that this research can provide information to the public, especially the elderly, on the importance of controlling consumption habits, both in terms of time, frequency and types of coffee variants. Keywords: Increased Blood Pressure, Time to Drink Coffee, Frequency of Coffee, Duration of Drinking Coffee, Type of Coffee.ABSTRAK Di Indonesia, diperkirakan 63.3 juta orang menderita kondisi ini menyebabkan 427.218 kematian, terutama pada kelompok usia 60-70 tahun. Laporan Riskesdas tahun 2018  menujukkan bahwa Provinsi   Jawa   Barat   merupakan   wilayah   dengan frekuensi hipertensi tertinggi. Kopi  yang dikonsumsi didistribusikan lewat aliran darah melalui system pencernaan dalam waktu 5-15 menit.  Kafein banyak terdapat  pada  kopi  yang  berpengaruh terhadap tekanan darah secara akut terutama pada penderita hipertensi. Kopi yang diminum dengan frekuensi tertentu(1-3 cangkir/hari) justru menjadi factor protektif dari hipertensi   dan   ada   juga   yang   menunjukan bahwa konsumi  kopi   meningkatkan risiko hipertensi (>5 cangkir/hari). Tujuan penelitian untuk mengetahui Analisa kebiasaan minum kopi dengan peningkatan tekanan darah pada lansia dengan riwayat hipertensi didesa cipeundeuy Rt 12 periode Desember 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasi jenis cross sectional, dengan variabel dependen peningkatan tekanan darah dan variabel independen waktu minu kopi, frekuensi minu kopi, lama minum kopi, dan jenis varian kopi. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu tehnik pengambilan sampel berjumlah 33 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil Cross Tabulasi hubungan antara waktu minum kopi dan peningkatan tekanan darah  menunjukkan hasil p-value sebesar 0,001 > 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil Cross Tabulasi hubungan antara frekuensi minum kopi dan peningkatan tekanan darah  menunjukkan hasil p-value sebesar 0,000 > 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil Cross Tabulasi hubungan antara lama minu kopi dan peningkatan tekanan darah  menunjukkan hasil p-value sebesar 0,043 > 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil Cross Tabulasi hubungan antara jenis vaarian kopi dan peningkatan tekanan darah  menunjukkan hasil p-value sebesar 0,001 > 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan yang signifikan antara waktu minum kopi, frekuensi minum kopi, lama minum kopi dan jenis varian kopi dengan peningkatan tekanan darah.  Diharapkan Penelitian ini dapat menjadi informasi untuk masyarakat terkhusus lansia pentingnya mengendalikan kebiasaan mengkonsumsi baik dari waktu, frekuensi, jenis varian kopi. Kata Kunci: Peningkatan Tekanan Darah, Waktu Minu Kopi, Frekuensi Kopi,Lama Minum Kopi, Jenis Kopi.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Penggunaan Gadget Terhadap Gangguan Pola Tidur Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di Bimba Aiueo Sabilillah Bekasi 2025 Romadoni, Frida Trisna; Chalid, Desrideus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56271

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya gangguan pola tidur. Peran orang tua, khususnya tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget, menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebiasaan penggunaan gadget pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget terhadap gangguan pola tidur pada anak usia 4–6 tahun di Bimba AIUEO Sabilillah Bekasi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun di Bimba AIUEO Sabilillah Bekasi, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget dan kuesioner gangguan pola tidur anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget dengan gangguan pola tidur pada anak usia 4–6 tahun, dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar r = -0,426 dan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05). Nilai korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget, maka semakin rendah tingkat gangguan pola tidur pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget terhadap gangguan pola tidur pada anak usia 4–6 tahun. Diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan dan pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak guna mencegah terjadinya gangguan pola tidur.