Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang serius dan merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun, terutama di negara berkembang. Shigella boydii ATCC 9207 dan Salmonella typhimurium ATCC 14028 merupakan bakteri Gram negatif utama penyebab infeksi diare. Meningkatnya kasus resistensi antibiotik mendorong upaya pencarian agen antibakteri alternatif berbasis bahan alami, salah satunya bawang putih tunggal (Allium sativum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bawang putih tunggal terhadap Salmonella typhimurium dan Shigella boydii. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan ekstrak yang diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%. Uji antibakteri dilakukan terhadap Salmonella typhimurium ATCC 14028 dan Shigella boydii ATCC 9207 pada konsentrasi ekstrak 50%, 70%, dan 90%, dengan kontrol positif berupa kloramfenikol dan kontrol negatif berupa aquades steril, masing-masing dilakukan lima kali ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih tunggal tidak menghasilkan zona hambat terhadap Salmonella typhimurium pada seluruh konsentrasi, sedangkan terhadap Shigella boydii menunjukkan aktivitas antibakteri lemah pada konsentrasi 70% dan 90%, dengan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 1,2 mm dan 1,7 mm. Kesimpulannya, ekstrak etanol bawang putih tunggal berpotensi sebagai agen antibakteri alami terhadap Shigella boydii ATCC 9207, namun tidak efektif terhadap Salmonella typhimurium ATCC 14028.