Orang-orang untuk menggambarkan laporan keuangan perusahaan secara tidak benar, baik sengaja maupun tidak sengaja. Tindakan penipuan terjadi ketika angka-angka keuangan sengaja disajikan secara tidak benar. Maka, tujuan riset ini guna memastikan bagaimana pelaporan keuangan yang salah dipengaruhi oleh stabilitas keuangan, tekanan eksternal, kebutuhan keuangan pribadi, target keuangan, sifat industri, pemantauan yang tidak efektif, struktur organisasi, dan rasionalisasi. Pemalsuan laporan keuangan yang disengaja dikenal sebagai penipuan. Penipuan Laporan Posisi Keuangan didefinisikan sebagai distorsi yang disengaja dari situasi keuangan perusahaan, yang dapat dilakukan melalui salah saji, khususnya penghapusan banyak nilai dari laporan keuangan untuk menyesatkan mereka yang menggunakannya. Tujuan dari Model M-Score Beneish adalah untuk mengidentifikasi perbedaan laporan keuangan yang mungkin timbul dari manipulasi atau prasyarat yang mungkin memberi insentif kepada bisnis untuk berpartisipasi dalam praktik tersebut. Alat umum untuk menentukan dan mengevaluasi risiko penipuan adalah segitiga penipuan. Pengambilan sampel bertujuan adalah metode pengambilan sampel yang digunakan. Metode analitik kuantitatif, seperti regresi logistik, statistik deskriptif, dan uji kesamaan koefisien, digunakan. Sepuluh perusahaan timah dan minyak dari jangka waktu 2019–2023 digunakan sebagai contoh. Karena peneliti menggunakan data sekunder untuk melakukan observasi, teknik observasi digunakan dalam penelitian ini. Rasio utang terhadap aset, yang sebesar 0,386 atau lebih tinggi dari alpha (0,05), menunjukkan nilai penting dari variabel sifat industri. Hal ini menunjukkan bagaimana variabel industri memiliki dampak dan bisa dipakai guna memperkirakan kapan kecurangan laporan keuangan akan terjadi. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis dari lima variabel sifat industri memiliki efek positif pada kecurangan laporan keuangan diterima. Kesimpulan dari riset ini memperlihatkan variabel Stabilitas Keuangan, Tekanan Eksternal, Kebutuhan Keuangan Pribadi, Target Keuangan, Pemantauan yang Tidak Efektif, Struktur Organisasi dan Rasionalisasi tidak memiliki efek pada Kecurangan Laporan Keuangan. Sementara variabel Sifat Industri berefek positif pada Kecurangan Laporan Keuangan.