Wahyu Fitria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semiotika Kata Ibil dalam Al-Qurˈan Perspektif Charles Sanders Peirce Wahyu Fitria; Misnawati
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpretations of ibil in surah al-Ghasyiyah verse 17 generally been literal, focusing primarily on biological and ecological aspects. However, from a semiotic perspective, the term holds deeper symbolic meanings. This study aims to explore the meaning of ibil through the semiotic framework of Charles Sanders Peirce by examining the triadic relationship between sign, object, and interpretant. The method used is a library research approach with qualitative descriptive analysis. The findings reveal that ibil functions as a Representamen that refers to the Object surah Al-Ghashiyah verse 17 resulting in three levels of Interpretant: first, ibil is interpreted as a camel in its physical form; second, as a symbol of a large, hump-backed creature; and third, as a symbol of human awareness of Godˈs greatness and power in creating extraordinary beings. These findings demonstrate that a semiotic approach can uncover symbolic meanings within the al-Qurˈan and open up broader and deeper interpretive possibilities regarding the divine messages embedded in the text.
Teknik-teknik Penerjemahan Tarjamah Tafsiriyah Muhammad Thalib QS. al-Maidah Wahyu Fitria
At-Ta'wil: Jurnal Pengkajian al-Qur'an dan at-Turats Vol. 4 No. 01 (2026): Eksplorasi Multidisipliner Al-Qur'an
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/tawil.v4i01.2186

Abstract

Penerjemahan Al-Qur’an seharusnya menyampaikan makna ayat secara tepat, konsisten, dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab serta maksud teks aslinya. Namun terjemah tafsiriyah Surah al-Maidah karya Muhammad Thalib menunjukkan adanya pergeseran makna, penambahan unsur tertentu, dan ketidakkonsistenan penerjemahan yang dapat memengaruhi pemahaman pembaca terhadap pesan ayat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik-teknik penerjemahan Muhammad Thalib. Data-data yang dikaji dengan menggunakan konsep teknik penerjemahan Molina dan Albir. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa Muhammad Thalib dominan menggunakan teknik kesepadanan lazim (39,65%), transposisi (14,66%) dan deskripsi (12,36%) dalam menerjemahkan surah al-Maidah. penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang penerjemahan Al-Qur’an dengan memunculnya kesadaran kritis bagi pembaca dan peneliti al-Qur’an bahwa pergeseran makna dalam terjemahan dapat memengaruhi cara umat memahami ajaran Islam.