Khusnaini, Septiana Fatikhatul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PjBL Berbantuan Mind Mapping: Model Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Khusnaini, Septiana Fatikhatul; Rejeki, Sri; Setyaningsih, Rini
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.668

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas Project-based Learning (PjBL) berbantuan mind mapping dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Pendekatan yang diterapkan adalah exploratory sequential mixed-method. Populasi penelitian mencakup 127 siswa kelas VIII, dengan sampel 31 siswa di salah satu kelas di sebuah SMP swasta di Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Teknik pengumpulan data meliputi tes, dokumentasi, dan wawancara. Terdapat tiga soal tes uraian yang dilengkapi dengan rubrik penilaian dan pedoman wawancara untuk menilai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara komprehensif. Analisis data kuantitatif menggunakan uji tanda (Sign-Test), sedangkan analisis kualitatif mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik. Berdasarkan uji tanda, terdapat peningkatan secara signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Selanjutnya, berdasarkan analisis kualitatif: (1) terdapat peningkatan pencapaian indikator pada siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi (dari tiga pada pretest menjadi empat pada posttest); (2) terdapat siswa dengan kemampuan sedang yang tidak mengalami peningkatan pencapaian indikator, dan terdapat siswa yang mengalami peningkatan pencapaian indikator (dari satu pada pretest menjadi empat pada posttest); (3) terdapat peningkatan pencapaian indikator pada siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah (dari nol di pretest menjadi satu atau dua di posttest).