This Author published in this journals
All Journal Kurios
Mongan, Sanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pedagogi ale tuyu: Konstruksi tradisi manganan sebagai alternatif wadah pendidikan kristiani dalam keluarga Mongan, Sanda
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1126

Abstract

The Manganan Ale Tuyu tradition in Lembang Ma’dong, North Toraja, is a cultural practice rich in Christian educational values but is often only seen from an economic perspective. This study explores the potential of this tradition as a means of character education and Christian values ​​in families. Using a qualitative approach with ethnographic methods, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with community leaders, Ale Tuyu mat craftsmen, religious leaders, and family members. The study results show that the Manganan tradition teaches hard work, patience, cooperation, and creativity and strengthens family relationships through shared activities. Based on The Traditioning Model of Education: Continuity and Change by Mary Elizabeth Mullino Moore, this tradition can integrate the values ​​of the past, present, and future, creating wise and critical individuals. Thus, the Manganan Ale Tuyu tradition maintains local cultural values and becomes a practical and relevant educational tool in modern life.   Abstrak Tradisi Manganan Ale Tuyu di Lembang Ma’dong, Toraja Utara, adalah praktik budaya yang kaya akan nilai-nilai pendidikan Kristiani, namun seringkali hanya dilihat dari sisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi tradisi ini sebagai sarana pendidikan karakter dan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pengrajin tikar Ale Tuyu, pemuka agama, dan anggota keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Manganan mengajarkan kerja keras, kesabaran, gotong-royong, dan kreativitas, serta memperkuat hubungan keluarga melalui kegiatan bersama. Berdasarkan The Traditioning Model of Education: Continuity and Change oleh Mary Elizabeth Mullino Moore, tradisi ini mampu mengintegrasikan nilai-nilai masa lalu, masa kini, dan masa depan, menciptakan  personal yang bijaksana dan kritis. Dengan demikian, tradisi Manganan Ale Tuyu tidak hanya mempertahankan nilai budaya lokal tetapi juga menjadi alat pendidikan yang efektif dan relevan dalam konteks kehidupan modern.