yoppie, yoppie choy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RITUAL WARA DALAM PERSPEKTIF PANATURAN DI KECATAMAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR yoppie, yoppie choy
Widya Katambung Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Widya Katambung: Filsafat Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/wk.v14i1.996

Abstract

Tujuan dari ajaran agama Hindu yaitu tercapainya kebahagiaan lahir dan batin di dunia maupun di akhirat. Untuk mencapai tersebut, maka setiap umat Hindu dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan Sradha dan Baktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Setiap umat Hindu dimanapun berada memiliki tujuan yang sama, begitu juga umat Hindu di Kalimantan Tengah.Bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan khususnya Dayak Lawangan, bahwa Ritual Wara merupakan suatu kegiatan yang sudah turun-temurun sehingga menjadi suatu kewajiban yang harus dijalankan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang dilakukan pada penelitian ini yaitu masyarakat di Kecamatan Dusun Tengah. Objek penelitian yang digunakan yaitu masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Dusun Tengah. Adapun teknik pengumpulan datanya terdiri dari teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini sesungguhnya proses pelaksanaan wara yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Dusun Tengah terdapat kesamaan tujuan dari pelaksanaannya seperti yang tertulis dalam Kitab Suci Panaturan, antara lain Wara merupakan suatu upacara ritual kematian bagi agama Hindu Kaharingan yang ada di wilayah Kalimantan Tengah terdapat pada suku Dayak Lawangan, Dusun, Taboyan dan Pasir Kanilu. Dengan tujuan untuk mengantar roh yang meninggal ke Gunung Lumut (tempat roh orang yang meninggal tahap pertama sebelum mencapai alam leluhur atau Lewu Tatau; menjadi Ju’us Kelalungan Aning Kalalio) yang dilaksanakan para balian wara. kaitannya pada kitab suci panaturan sama dengan Ritual Tantulak Ambun Rutas Matei dan Ritual Tiwah pada suku Dayak Ngaju.