Real-time video streaming merupakan layanan multimedia yang sangat rentan terhadap gangguan latensi. Parameter Quality of Service (QoS) seperti latensi, jitter, kehilangan paket, dan throughput memiliki pengaruh besar terhadap Quality of Experience (QoE) pengguna. Dari semua parameter tersebut, latensi menjadi elemen paling kritis karena berpengaruh langsung terhadap keterlambatan transmisi data dan interaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak latensi terhadap QoS melalui simulasi eksperimental dan kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan latensi secara signifikan menimbulkan buffering yang lebih sering, penurunan nilai vMOS, serta kepuasan pengguna yang menurun drastis. Studi pustaka juga menunjukkan bahwa latensi di atas 150ms menyebabkan penurunan QoE yang nyata, khususnya pada layanan seperti video conference, siaran langsung, dan e-learning. Beberapa strategi yang direkomendasikan untuk mitigasi latensi adalah penggunaan CDN, komputasi tepi (edge computing), dan protokol bitrate adaptif.Real-time video streaming merupakan layanan multimedia yang sangat rentan terhadap gangguan latensi. Parameter Quality of Service (QoS) seperti latensi, jitter, kehilangan paket, dan throughput memiliki pengaruh besar terhadap Quality of Experience (QoE) pengguna. Dari semua parameter tersebut, latensi menjadi elemen paling kritis karena berpengaruh langsung terhadap keterlambatan transmisi data dan interaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak latensi terhadap QoS melalui simulasi eksperimental dan kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan latensi secara signifikan menimbulkan buffering yang lebih sering, penurunan nilai vMOS, serta kepuasan pengguna yang menurun drastis. Studi pustaka juga menunjukkan bahwa latensi di atas 150ms menyebabkan penurunan QoE yang nyata, khususnya pada layanan seperti video conference, siaran langsung, dan e-learning. Beberapa strategi yang direkomendasikan untuk mitigasi latensi adalah penggunaan CDN, komputasi tepi (edge computing), dan protokol bitrate adaptif.