Pendahuluan: Preeklampsia merupakan gangguan tekanan darah saat hamil yang meningkatkan kematian dan komplikasi pada ibu hamil di seluruh dunia. Kejadian preeklamsia dapat disebabkan karena defisiensi gizi. Hal ini menyebabkan defisiensi nutrisi seperti zat besi yang dapat menyebabkan terjadinya anemia dalam kehamilan. Kejadian kematian Ibu di RSUD Panti Nugroho Purbalingga tahun 2021 juga cukup tinggi yaitu sebanyak 9 kasus kematian terjadi, dari 9 kasus tersebut 7 kasus karena Covid 19 sementara preeklamsia/ eklamsia ada 2 kasus. Tahun 2022 terdapat 1 kasus dan tahun 2023 terdapat 2 kasus.. Tujuan: Mengetahui pengaruh anemia ibu hamil terhadap kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD Panti Nugroho Kabupaten Purbalingga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 204 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan Teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar cheklist. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil: Kejadian anemia pada kelompok kasus (preeklamsia) dan kelompok kontrol ( tidak preeklamsia) di RSUD Panti Nugroho Purbalingga menunjukkan responden yang mengalami anemia pada kelompok kasus (preeklamsia) sebesar 55,9% dan responden tidak mengalami anemia pada kelompok kasus (preeklamsia) sebesar 44,1%. Responden yang mengalami anemia pada kelompok kontrol (tidak preeklamsia) sebesar 27,5% dan responden tidak mengalami anemia pada kelompok kontrol (tidak preeklamsia) sebesar 72,5%. Kesimpulan: Anemia ibu hamil meningkatkan risiko sebesar 3,348 terhadap kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD Panti Nugroho Kabupaten Purbalingga, maka ibu hamil diharapkan untuk tetap menjaga pola makan dan asupan nutrisi agar dapat meningkatkan kadar Hb dan mengurangi risiko anemia selama hamil.