Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga pada Pelatih Hapkido Daerah Istimewa Yogyakarta Wibowo, Arif Setyo; Pertiwi, Kartika Ratna; Putra, Jeffrey Ariesta; Arovah, Novita Intan; Kushartanti ,
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i8.2786

Abstract

Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang berasal dari Korea dan belum lama populer di Indonesia. Saat ini Hapkido masih merupakan cabang ekshibisi, namun akan dipertandingkan secara resmi pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Cedera olahraga merupakan risiko yang tidak dapat dihindari dalam olahraga Hapkido, terbukti dengan adanya 2 atlet yang mengalami patah tulang dan lebih dari 20 atlet yang mengalami sprain dan strain pada ajang ekshibisi di Papua tahun lalu. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan dan kemampuan pelatih dalam penanganan cedera olahraga, padahal intervensi awal yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelatih Hapkido DIY dalam mencegah dan melakukan pertolongan pertama pada cedera olahraga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dengan pendekatan ceramah dan diskusi case study yang diikuti oleh seluruh pelatih Hapkido DIY. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan pengukuran tingkat kehadiran dan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di pusat latihan Hapkido DIY pada tanggal 25 Januari 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan pada seluruh peserta sebesar 50,67% dari rerata pre-test 39,13 menjadi post-test 58,96. Selain itu, diperoleh rerata skor persepsi peserta sebesar 84,82 yang menunjukkan respon positif terhadap program pelatihan. Program ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan pelatih Hapkido DIY dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menjamin keselamatan atlet di masa mendatang.