Misdi, Ayip
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI PEMBANGUNAN PABRIK INDUSTRI KERETA API TERHADAP MASYARAKAT DESA KETAPANG KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI Santi, Nur; Misdi, Ayip
JPPKn Vol 6 No 1 (2021): JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jppkn.v6i2.1662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi masyarakat sekitar Industri kereta api di kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi dalam upaya pengembangan masyarakat. Dampak adalah benturan, pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang/benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbal balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi. Jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel snowball sampling. Metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpul direduksi, disajikan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan (1) dampak sosial kehadiran perusahaan dilihat dari tenaga kerja dinilai belum membawa perubahan yang berdampak positif karena Industri kereta api hanya sedikit menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar yaitu didesa ketapang sendiri, karena lebih banyak mengambil tenaga kerja berasal dari luar. (2) dampak sosial sistem kekerabatan baik individu maupun kelompok baik Kehidupan antara kedua desa sudah saling terbuka sudah tidak bermusuhan tidak menimbulkan konfilik atau pertentangan lagi karena pertemuan mereka dalam pekerjaan di Industri kereta api (3) dampak ekonomi yaitu pendapatan/gaji yang diperoleh tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan masih kurang dan hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ump yang diberikan tidak sesuai standar yang ditetapkan. (4) dampak sosial dari status fasilitas hanya barang perabotan rumah tangga seperti alat-alat masak, dan perabotan ruang tamu dan yang lain bersifat barang kredit.