Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Pencegahan Stunting di Kecamatan Cigombong Nusantara, Aqsho Bintang; Irma Purnama Sari; Hernawan, Deny; Ramdani, Faisal Tri
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21507

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pencegahan stunting di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pegawai serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pencegahan stunting di Kecamatan Cigombong dinilai “Sangat Baik”, dengan skor rata-rata 4,33 dari pegawai dan 4,49 dari masyarakat. Dimensi komunikasi memperoleh nilai tertinggi, menunjukkan efektivitas dalam penyampaian informasi dan sosialisasi program. Namun, dimensi sumber daya masih menghadapi tantangan pada jumlah kader posyandu dan sarana prasarana yang belum merata. Pada dimensi disposisi, terdapat perbedaan persepsi signifikan antara pegawai dan masyarakat terkait kepedulian gizi anak. Sementara itu, struktur birokrasi dinilai baik oleh kedua pihak, khususnya dalam aspek koordinasi dan evaluasi program. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun implementasi berjalan optimal, peningkatan kualitas kader, penguatan komunikasi, dan koordinasi lintas sektor tetap diperlukan untuk mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan.
Popularity Trap: Communication Ethic of Indonesia Public Figures on Instagram Irma Purnama sari; Dede L Chaerowati
International Journal of Media and Communication Research Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Media and Communication Research
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijmcr.v7i1.25325

Abstract

Popularity is a double-edged sword for public figures, especially in today’s era of social media. Through social media platforms like Instagram, a public figure can easily increase their popularity through the content or posts they share.  This study focuses on the case of an Indonesian public figure who was accused of defaming a police officer on social media. The incident caused a setback in their life. A public figure usually has a large number of followers on their social media, so any message they share will always attract attention and greatly affect many people. Therefore, when communicating in the virtual world, public figures must pay attention to digital communication ethics. This research uses a qualitative case study approach by collecting data through interviews and digital observation This research is significant because it reveals how digital popularity can become a trap that leads to the downfall of public figures in the era of viral culture. Theoretically, this study enriches the development of communication ethics theory and digital reputation. Practically, the findings are useful for increasing public awareness to be more responsible in the digital space. These findings provide input, especially for social media content creators, to be more careful and wise in delivering their information to the general public, because every action and word in the digital space has consequences or effect