Fauzi , M. Asif Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia Raharjo , Gilang Nico; Maulana , Jefri Achmad; Fauzi , M. Asif Nur
Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024, Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan (
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jce.v8i1.10075

Abstract

Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia adalah peristiwa penting dalam sejarah negara, yang tidak hanya memicu reformasi politik tetapi juga menyoroti berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama periode tersebut. Dalam konteks krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada akhir 1990-an, kerusuhan ini dimulai setelah tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998, di mana empat mahasiswa tewas akibat tembakan dalam demonstrasi. Selama kerusuhan tersebut, terjadi berbagai bentuk pelanggaran HAM, termasuk kekerasan oleh aparat keamanan, penangkapan massal tanpa proses hukum yang adil, pembatasan kebebasan berpendapat dan berkumpul, serta tindakan diskriminasi dan ketidaksetaraan antar kelompok etnis dan agama. Dampaknya meluas pada kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan masyarakat yang lebih rendah. Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden B.J. Habibie, mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini, termasuk pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, pemberian kompensasi kepada korban, restorasi sosial, dan revisi undang-undang. Upaya ini bertujuan untuk memastikan perlindungan dan penghormatan terhadap HAM, serta mencegah terulangnya kasus pelanggaran HAM di masa depan. Kesadaran masyarakat, keterlibatan pemerintah, dan dukungan lembaga internasional menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan antara prinsip-prinsip HAM yang diakui. Dengan demikian, perjuangan untuk membangun masyarakat yang adil dan beradab terus menjadi tugas yang mendesak bagi Indonesia.
Perkembangan Demokrasi di Indonesia Farida , Adelia Nafiatul; Tumanggor , Kevin; Abdullah, Yasfa Ainun; W.Y, Dewa Gede Arya; Fauzi , M. Asif Nur
Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024, Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan (
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jce.v8i1.10085

Abstract

Perkembangan Sejarah Demokrasi di Indonesia telah melalui berbagai periode yang mencerminkan perjalanan panjang negara ini dalam mengadopsi dan mengembangkan sistem pemerintahan yang inklusif. Artikel ini menjelaskan perkembangan demokrasi di Indonesia, mulai dari pengenalan konsep demokrasi pada abad ke-20 hingga masa kini. Berfokus pada periode 1945-1959 sebagai awal kemerdekaan, 1959-1965 dengan Demokrasi Terpimpin, Orde Baru (1966-1998), hingga era Reformasi (1998-sekarang), artikel ini menganalisis pergeseran politik, kekuasaan, dan tantangan yang dihadapi dalam pembentukan dan pemeliharaan demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas dinamika politik, termasuk perdebatan konstitusional, krisis ekonomi, dan konflik politik yang mempengaruhi stabilitas demokrasi. Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk menggali lebih dalam dampak historis dan kontekstual dari setiap periode, serta menjelajahi perkembangan demokrasi saat ini dan tantangan masa depan yang mungkin dihadapi Indonesia dalam memperkuat institusi demokratisnya.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk lebih mendalam dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan demokrasi di Indonesia, termasuk peran elit politik, partisipasi masyarakat, dan implementasi kebijakan publik.