Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak edukasi pengelolaan uang saku terhadap perilaku keuangan siswa sekolah menengah dengan fokus pada penerapan skala prioritas dan pencatatan keuangan sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang dilakukan melalui observasi dan wawancara pada sejumlah siswa yang mendapatkan edukasi terkait pengelolaan uang saku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan uang saku berpengaruh positif terhadap perubahan perilaku keuangan siswa. Siswa mulai mampu membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan sekunder, serta menunjukkan pola pengeluaran yang lebih terarah. Kebiasaan mencatat arus keuangan sederhana juga mulai berkembang, meskipun konsistensi masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Selain itu, ditemukan adanya kecenderungan siswa untuk menabung meskipun dalam jumlah kecil, yang mengindikasikan munculnya orientasi perencanaan keuangan jangka pendek. Namun demikian, penelitian juga mengungkap bahwa faktor eksternal, seperti pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial, masih berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan sejak dini berperan penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat, tetapi keberhasilannya membutuhkan dukungan dari sekolah dan keluarga agar dapat diterapkan secara konsisten.