Zami, M Rifqi Zam
Sekolah Tinggi Agama Islam Ar-Rasyid Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Paulo Freire's View on Freedom to Learn Policy Nadlir, Nadlir; Zamzami, Muhammad Rifqi
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 1 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i1.2260

Abstract

The concept of freedom to learn is in line with the philosophy of humanism, which prioritizes human values and believes that humans have the right and freedom to think and act in whatever way they choose. Paulo Freire is a figure who initiated humanist education, which is famous for its liberating education concept. The educational philosophy of humanism and freedom to learn made by the Minister of Education and Culture has comfort. The purpose of this study is to present Paulo Freire's views on the concept of freedom to learn and the relevance of Paulo Freire's views on humanist philosophy to the concept of freedom to learn from the Ministry of Education and Culture. The article uses qualitative and descriptive research. A literature review is used to collect data, which comes from the scientific literature that is relevant to the research subject. The study produced the idea of freedom to learn as well as a humanist philosophy that emphasizes the freedom, independence, and adaptability of an educational institution in determining student needs. As learning subjects and controls, students play an important role in education. As a fundamental model for arousing student interest and cultivating a positive learning environment, this idea provides freedom, hands-on experience, creativity, and positive attitudes and perceptions.
Penggunaan Film Animasi Syamil dan Dodo untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa MI Zunita, Lucki; Zami, M Rifqi Zam
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 4 (2025): August
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i4.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan film animasi Syamil dan Dodo dalam meningkatkan literasi digital siswa kelas V di MI Unggulan Ma'arif NU Lamongan. Literasi digital menjadi kompetensi yang sangat penting di era digital 5.0, namun masih rendah di kalangan siswa, terutama di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini menggunakan desain eksperimen sederhana dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan berupa pemutaran film animasi Syamil dan Dodo, dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mencakup soal pilihan ganda dan lembar portofolio, yang telah divalidasi menggunakan koefisien alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi digital siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kelompok eksperimen adalah 0.001, yang lebih kecil dari 0.05, mengindikasikan adanya pengaruh positif dari penggunaan film animasi terhadap literasi digital siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media digital berbasis karakter yang kontekstual dan edukatif dapat menjadi solusi inovatif dalam menanamkan literasi digital di tingkat madrasah ibtidaiyah.
URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN INTEGRASI NASIONAL Muhammad Rifqi Zamzami; M. Rofiqul Majid
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2021): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v1i2.47

Abstract

Era globalisasi ini Indonesia dihadapkan dengan berbagai jenis tantangan dalam ini pendidikan multicultural dapat di persepsikan sebagai jalan untuj menuju keinginan bangsa. Tujuan pendidikan multikultural adalah untuk secara langsung menanamkan humanisme, pluralisme dan demokrasi pada generasi muda.Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (Library Research). Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik dokumentasi dengan mempelajari dan mengkaji informasi dari sumber-sumber data, baik sumber data primer maupun sekunderuntuk mewujudkan kerukunan yang abadi di Indonesia, diperlukan upaya yang cermat dan tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Guru merupakan komponen terpeniting dalam sebuah pendidikan Bangsa Indonesia membutuhkan pendidikan multikultural untuk mengurangi jumlah konflik horizontal yang terjadi antar masyarakat karena perbedaan budaya, suku, adat, atau agama. Pendidikan multikultural menekankan pada pendidikan yang menghargai perbedaan, karena perbedaan tersebut merupakan aturan yang wajar yang harus dilawan, bukan sebagai sumber perpecahan manusia, karena perbedaan adalah rahmat Allah SWT. 
URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN INTEGRASI NASIONAL Muhammad Rifqi Zamzami; M. Rofiqul Majid
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2021): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v1i2.47

Abstract

Era globalisasi ini Indonesia dihadapkan dengan berbagai jenis tantangan dalam ini pendidikan multicultural dapat di persepsikan sebagai jalan untuj menuju keinginan bangsa. Tujuan pendidikan multikultural adalah untuk secara langsung menanamkan humanisme, pluralisme dan demokrasi pada generasi muda.Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (Library Research). Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik dokumentasi dengan mempelajari dan mengkaji informasi dari sumber-sumber data, baik sumber data primer maupun sekunderuntuk mewujudkan kerukunan yang abadi di Indonesia, diperlukan upaya yang cermat dan tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Guru merupakan komponen terpeniting dalam sebuah pendidikan Bangsa Indonesia membutuhkan pendidikan multikultural untuk mengurangi jumlah konflik horizontal yang terjadi antar masyarakat karena perbedaan budaya, suku, adat, atau agama. Pendidikan multikultural menekankan pada pendidikan yang menghargai perbedaan, karena perbedaan tersebut merupakan aturan yang wajar yang harus dilawan, bukan sebagai sumber perpecahan manusia, karena perbedaan adalah rahmat Allah SWT.