Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF BERBASIS BUDAYA LOKAL." PROGRAM INI DIDASARKAN PADA PEMAHAMAN BAHWA INDUSTRI KREATIF DAPAT MENJADI MOTOR PENGGERAK EKONOMI LOKAL, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, DAN MEMPERTAHANKAN SERTA MEMPROMOSIKAN BUDAYA LOKAL Irawan Fahrudin Mz; Ema Nirwana
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syari'ah Bengkalis menyadari pentingnya pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal di masyarakat desa. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, STIE Syari'ah Bengkalis menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bantan Tengah dengan tema "Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Budaya Lokal." Program ini dilandasi oleh pemahaman bahwa industri kreatif dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempertahankan dan mempromosikan budaya lokal. Pendekatan hukum ekonomi, pengelolaan keuangan yang akuntabel dan pemasaran yang efektif merupakan aspek penting dalam upaya ini. Pendekatan hukum ekonomi akan membantu memahami regulasi dan aturan yang berlaku dalam pengembangan industri kreatif, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual dan perizinan usaha. Pengelolaan keuangan yang akuntabel akan membantu memastikan bahwa sumber daya keuangan dialokasikan secara efisien dan transparan, sementara pemasaran yang efektif akan membantu produk dan layanan industri kreatif menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui PKM ini, STIE Syari'ah Bengkalis berkomitmen untuk bekerja sama dengan masyarakat Desa Bantan Tengah dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya lokal, dengan harapan hal ini akan menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Desa. Dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum ekonomi, pengelolaan keuangan yang akuntabel dan pemasaran yang efektif, diharapkan program ini dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Indonesia yang memiliki potensi serupa di bidang industri kreatif.
Analisis Struktur Frasa, Klausa, dan Kalimat pada Komentar Netizen TikTok: Kajian Sintaksis Bahasa Indonesia di Media Sosial Adika Indah Dewi; Ema Nirwana
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 11 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i11.1243

Abstract

This study aims to analyse the structure of phrases, clauses, and sentences in comments made by TikTok users as examples of Indonesian syntax usage on social media. This study focuses on three TikTok videos, each of which discusses the topics of humour, Teacher's Day celebrations, and criticism of the education system. The method used is a descriptive qualitative approach with content analysis techniques to find syntactic patterns in the data. The results show that comments containing humorous themes tend to use ellipsis, incomplete sentences, and fragmentary sentence structures, which serve to emphasise the humorous effect of the comments. In videos with a Teacher's Day theme, comments tended to be formed from complex clauses and conveyed personal feelings and experiences, as well as using evaluative sentences to express complaints or experiences. Meanwhile, in videos containing criticism of education, critical questions, overly long sentences, and complex arguments were found. In general, this study shows that the syntactic form in TikTok comments changes according to the emotional and social context of the content, and demonstrates the flexibility of the Indonesian language in communicating in the digital world. These findings are expected to enrich linguistic studies on social media and provide a deeper understanding of syntactic phenomena today.