Wondabio, Ludovicus Sensi
Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Risiko Pembiayaan Pada BMT X Di Kota Tasikmalaya Rahman, Riska Nisrina Fathur; Wondabio, Ludovicus Sensi
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Desember 2018 [DOAJ & SINTA Indexed]
Publisher : Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrak.v6i3.13709

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengukuran risiko pembiayaan yang terjadi di BMT X dan mitigasi risiko dari hasil pengukuran tersebut. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah tingginya Non-Performing  Loan di BMT X yang selama tiga tahun terakhir berkisar di 9-10% diatas ketentuan BI yakni 5%. Kondisi ini sejalan dengan berkurangnya jumlah BMT dikota Tasikmalaya yang pernah mencapai lima puluh BMT lebih, kini hanya tersisa dua belas unit. Penelitian ini menggunakan teori manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan analisis bersifat kualitatif dengan menggunakan metode Qualitative Risk Assessment. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat tigabelas peristiwa risiko dengan klasifikasi delapan Undesirable, tiga Unacceptable, dan satu Negliglible. Hasil tersebut memberikan informasi bahwa kinerja BMT mengalami penurunan akibat banyaknya peristiwa nasabah yang default sehingga berdampak pada likuiditas BMT. Kata Kunci : BMT ; Manajemen Risiko ; Qualitative Risk Assessment
Analisis Iuran dan Beban Kesehatan dalam Rangka Evaluasi Program Jaminan Kesehatan Firdaus, Kekeu Kirani; Wondabio, Ludovicus Sensi
Jurnal ASET (Akuntansi Riset) Vol 11, No 1 (2019): Jurnal ASET (Akuntansi Riset) Januari -Juni 2019 [DOAJ & SINTA INDEXED]
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaset.v11i1.16898

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to evaluate the National Health Insurance program (JKN) by analyzing the income and expenses of the Social Security Fund from 2014-2018 to find out more about the causes of the deficit. This study focuses on phenomena that occur in Health BPJS. The data used in this study is divided into qualitative data and quantitative data. Qualitative data obtained from interviews conducted with internal BPJS Health was analyzed using condens analysis and descriptive analysis methods, while quantitative data in the form of DJS Health financial reports and Health BPJS from 2014-2018 were analyzed using descriptive qualitative analysis. Through the analysis of contributions and income in the report of activities carried out, it was found that contribution income is always lower each year when compared to the costs incurred. The biggest cost of benefits that absorbs the burden of BPJS Kesehatan is services at advanced hospitalization. This advanced level of hospitalization refers to the Hospital in collaboration with BPJS Kesehatan.Keywords. deficit; social security fund; BPJS Kesehatan.Abstrak. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menganalisis pendapatan dan beban Dana Jaminan Sosial Kesehatan dari tahun 2014-2018 untuk mengetahui lebih dalam penyebab terjadinya defisit. Penelitian ini berfokus pada fenomena yang terjadi pada BPJS Kesehatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif didapat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak internal BPJS Kesehatan dianalisis dengan menggunakan metode analisis konden dan analisis deskriptif, sedangkan data kuantitatif berupa laporan keuangan DJS Kesehatan dan BPJS Kesehatan dari tahun 2014-2018 dianalisis dengan menggunakan analisis qualitative deskriptif. Melalui analisis iuran dan pendapatan dalam laporan aktivitas yang dilakukan, ditemukan bahwa pendapatan iuran selalu lebih rendah setiap tahunnya bila dibandingkan dengan beban biaya yang timbul. Biaya manfaat terbesar yang menyerap beban BPJS Kesehatan adalah pelayanan pada rawat inap tingkat lanjutan. Rawat inap tingkat lanjutan ini merujuk pada Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.Kata kunci. defisit; dana jaminan sosial; BPJS Kesehatan