Atmodjo, Sukarto K.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGAPA PHALLUS ARCA SIWA-BHAIRAWA DI PURA KEBO EDAN MENGHADAP KE ARAH KIRI? Atmodjo, Sukarto K.
Berkala Arkeologi Vol. 4 No. 1 (1983)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v4i1.303

Abstract

Di dalam makalah saya berjudul "Betulkah Astasura-ratna-bumi-banten seorang raja Bali yang murka dan hina (?)" pada Seminar Sejarah Nasional ke III di Jakarta tahun 1981, saya juga menguraikan secara singkat sebuah arca Siwa-Bhairawa yang tersimpan di Pura Kebo Edan di Bali. Makalah itu pada pokoknya membahas seorang tokoh raja Bali yang disebut Paduka Bhatara Sri Astasura-ratna-bumi-banten di dalam prasasti tembaga Patapan Langgaran yang bertarikh 1259 Saka. Tetapi di dalam kitab Nagarakertagama yang digubah oleh pujangga Prapanca, yaitu Nyanyian 49, bait 4, disebut seorang raja Bali yang murka dan hina dan yang kemudian dikalahkan oleh bala-tentara Majapahit.
PRASASTI SINGKAT DARI EMPAT BUAH MAKAM ISLAM DAN SEBUAH GUA DI DAERAH TUBAN Atmodjo, Sukarto K.
Berkala Arkeologi Vol. 3 No. 1 (1982)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v3i1.295

Abstract

Antara tanggal 19-28 September 1981 saya mendapat kesempatan mengunjungi beberapa obyek sejarah dan purbakala di daerah Kabupaten Tuban. Obyek itu berupa arca-arca purba agama Hindu, prasasti, gua dan beberapa buah makam Islam. Sebuah benda purbakala yang menarik perhatian yaitu prasasti batu di desa Bandungreja, Kec. Plumpan , Kab. Tuban. Prasasti itu berjumlah dua buah dan terletak kira-kira 40 meter di sebelah utara aliran Bengawan Sala. Keduanya bertarikh 1277 Saka dan menyebut perkataan hakuti Tuban. Karena itu prasasti Bandungreja saya sebut prasasti Tuban I dan Tuban II. Uraian selengkapnya telah dibuat di dalam karangan saya berjudul 'Sedikit Tentang Nama Kota Tuban dan Lamongan' sewaktu diselenggarakan pekan ceramah Kegiatan Ilmiah dalam Rangka Sumpah Pemuda Dari Lustrum VI Fakultas Sastra Dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tanggal 24-25 Oktober 1980.
LAPORAN SUKA-DUKA PENEMUAN PRASASTI RAJA JAYAPANGUS DI KROBOKAN DAN BENDA PURBAKALA LAINNYA DI SEPANG (BALI) Atmodjo, Sukarto K.
Berkala Arkeologi Vol. 1 No. 1 (1980)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v1i1.277

Abstract

Setelah kami kembali dari Tugas Belajar Utama di Rijks-Universiteit Leiden (1968-1969), pada suatu hari Dekan Fakultas Sastra UNUD (Universitas Udayana) di Denpasar minta kepada kami agar bersedia menyertai rombongan mahasiswa jurusan Anthropologi UNUD yang akan melakukan penelitian dialek bahasa di Sepang, Perbekelan Sepang, Kecamatan Busungbiyu, Kabupaten Bleleng. Hal ini berdasarkan berita (sinyalemen) bahwa penduduk setempat masih menyimpan beberapa buah benda purbakala. Permintaan itu kami sambut dengan baik, dengan pengharapan mudah-mudahan di daerah sekitar Sepang juga ditemukan sarkofag, mengingat palungan (sarkofag) tersebut pernah ditemukan di Busungbiyu, Pujungan dan di Pohasem.