Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Durasi Penggunaan Handphone Dengan Kecerdasan Emosional Pada Anak Kelas 4-6 di SD N 2 Kedungwringin Susan Venasari; Maya Safitri; Noor Yunida Triana
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i1.4447

Abstract

Excessive use of mobile phones can impact children's emotional intelligence development. This study aims to analyze the relationship between the duration of mobile phone use and emotional intelligence among students in grades 4–6 at SD Negeri 2 Kedungwringin. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 43 students selected using accidental sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The results showed that the majority of students used mobile phones for a short duration (<2 hours) at 58.1%, moderate duration (2–3 hours) at 27.9%, and excessive duration (>3 hours) at 14.0%. Statistical analysis revealed a significant negative correlation between the duration of mobile phone use and children’s emotional intelligence, with a p-value of 0.010 (<0.05) and a correlation coefficient of -0.387. This indicates that the shorter the duration of mobile phone use, the better the child's emotional intelligence. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between the duration of mobile phone use and the emotional intelligence of students in grades 4–6. Therefore, it is recommended that parents and teachers supervise and regulate children's mobile phone usage to support healthy and optimal emotional development.
Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi Susan Venasari; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.