Safriyan, Safriyan Hariyanto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI KOTA PANGKAL PINANG MENGGUNAKAN METODE SPASIAL: ANALYSIS OF DENGUE FEVER DISEASE AT THE PANGKAL PINANG CITY USING SPATIAL METHOD Safriyan, Safriyan Hariyanto; Prastowo, Prastowo Yusuf Alrozi
Fraction: Jurnal Teori dan Terapan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Fraction: Jurnal Teori dan Terapan Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fraction.v4i1.58

Abstract

Demam berdarah adalah penyakit dari virus gigitan nyamuk aedes aegypti betina. Kota Pangkal Pinang salah satu kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus ibukota dari provinsi tersebut. Kota Pangkal Pinang adalah Kota yang memiliki resiko penyakit demam berdarah karena banyak masyarakat yang tinggal di perkumuhan padat penduduk sekitar Perkotaan.Tujuan Penelitian yaitu mengidentifikasi resiko dan faktor yang memberi pengaruh besar terhadap jumlah penyakit demam berdarah di kota Pangkal Pinang dengan pertimbangan ketergantungan spasial. Penelitian menggunakan model spatial autoregresif (SAR) dengan matriks bobot spasial queen contiguity untuk menghitung ketergantungan terhadap nilai spasialnya. Penyebaran penyakit demam berdarah di kota Pangkal Pinang dipengaruhi oleh faktor-faktor berupa lingkup daerah rawan banjir, lingkungan kumuh perkotaan, kepadatan populasi, kekurangan jumlah puskesmas atau fasilitas kesehatan terhadap perseribu penduduk yang tinggal diperkotaan dan pengaruh kelambatan spatial. Terbukti bahwa penyakit demam berdarah di sekitar kecamatan meningkat. Hal ini ditandai dari kenaikan jumlah titik rawan penyakit demam berdarah untuk disetiap kecamatan sekitarnya. Masalah ini tentu saja disebabkan karena terdapat ketertinggalan spasial yang bersifat positif dan koefisien signifikansi yang begitu besar. Dampak langsung yang bisa dirasakan adalah apabila terdapat penambahan satu persen disetiap titik rawan banjir di salah satu kecamatan maka akan terjadi penambahan jumlah penderita penyakit demam berdarah sebanyak tiga orang.